Linda Gumelar: Endang Rahayu Sedyaningsih Puteri Terbaik Bangsa

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2038 Kali

Meneg PP & PA, Linda Amalia Sari Gumelar berfoto bersama (kiri-kanan) Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana; Menteri Pedagangan, Mari Elka Pangestu; serta Menteri Kesehatan, (Almh) Endang Rhayu Sedyaningsih beberapa waktu yang lalu.

Foto: Eti Sri Nurhayati / Humas KPP & PA

 

Kepergian Menteri Kesehatan nonaktif Endang Rahayu Sedyaningsih meninggalkan kesan tersendiri di antara rekan sejawatnya di pemerintahan.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, menilai almarhumah adalah Perempuan yang konsisten dan luar biasa dalam pekerjaannya. Begitu tahu Ibu Endang mengidap sakit kanker, saya dan beliau saling memberi semangat

"Beliau seorang pejabat yang sangat konsisten. Saya merasakan kerja sama yang baik bersama beliau, terutama soal pendidikan dan kesehatan anak," ujar Menteri Linda.

Di mata Menteri Linda, almarhumah Endang adalah seorang sosok yang tangguh walaupun sama-sama pengidap kanker.

"Bu Endang merupakan sosok perempuan yang kuat," kata istri Agum Gumelar dengan penuh haru.

Mantan Ketua Kowani ini menjelaskan, meskipun Menkes telah lama mengetahui dirinya mengidap kanker, dalam kesehariannya tetap menunjukkan ketegaran. "Beliau tetap menjalankan aktivitasnya sebagai menteri dengan enerjik dan penuh semangat," ujarnya.

Bahkan saat diri saya menjenguk Menkes beberapa hari yang lalu, perempuan kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955 tersebut tetap menunjukkan semangat berjuang melawan penyakitnya.

"Ibu Endang merupakan wanita inspiratif dan putri terbaik bangsa. Beliau merupakan simbol perempuan kuat dan selalu berjuang hingga akhir hidupnya," ujarnya.

Menteri Linda juga menambahkan, sebagai seorang perempuan yang juga pernah mengidap kanker, dirinya dan menkes selalu saling menguatkan.

"Saya juga pernah mengidap kanker payudara beberapa tahun yang lalu dan sekarang sudah sembuh, begitu tahu Ibu Endang mengidap sakit kanker saya dan beliau saling memberi semangat," ujar Mantan Anggota DPR RI.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama baik.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (10)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (9)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (17)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (9)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (28)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…