Indonesia Terbanyak Korban Perdagangan Manusia

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2728 Kali

International Organization for Mogration (IOM) mengumumkan hasil penelitian yang sangat mencengangkan. Dari penelitian yang mereka lakukan di berbagai belahan dunia, ternyata Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara asal korban perdagangan manusia. Hingga Juni 2011 lalu, IOM mencatat 3.909 korban perdagangan manusia yang sebagian besar adalah kaum perempuan.

"Masing-masing 90 persen perempuan dan 10 persen laki-laki dalam kategori dewasa. Sedangkan untuk korban usia anak, 84 persen perempuan dan 16 persen laki-laki," terang Menteri Negera Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar saat membuka acara peluncuran proyek empower di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (3/11) Sore.

Sementara, daerah yang menjadi tujuan adalah Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, serta Bangka Belitung. Sebaliknya, daerah asal korban didominasi dari Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Pemerintah sanat serius memberantas perbudakan modern ini. Salah satunya dengan diterbitkannya UU No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang serta dibentuknya gugus tugas tingkat pusat tentang pencegahan dan penanganan kasus yang sama lewat Perpres No 69 tahun 2008," kata Istri Jenderal Agum Gumelar.

Menurut Menteri Linda, semua kasus perdagangan manusia itu sebagai ekses dari kentalnya pandangan masyarakat yang menempatkan posisi perempuan sebagai aset keluarga. Dengan penafsiran yang kurang tepat itu, menimbulkan penderitaan dan kerugian yang besar bagi perempuan. Di antaranya dipaksa kawin usia dini, serta relasi gender yang tidak setara dalam masyarakat, sehingga memicu perdagangan perempuan. Para perempuan ini, kata dia, biasanya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dengan upah yang tidak layak, kurir narkoba, pemijat, pelayan restoran dan cafe, hingga pekerja salon plus plus.

"Pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya untuk proyek kerjasama empower yang diprakarsai IOM, UNFPA, dan WHO ini. Karena ini sejalan sekaligus mendukung perjuangan Pemerintah Indonesia dalam memerangi perdagangan orang," ujar Menteri Linda Gumelar. [sumber: jpnnnews.com]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 04 Desember 2020

Gerilya Ibu Bangsa Pertahankan Kemerdekaan Indonesia (44)

Dahulu para muda-mudi merebut kemerdekaan dari penjajah tanpa pamrih
Siaran Pers, Kamis, 03 Desember 2020

Lindungi Perempuan di Aceh, Sahkan RUU PKS (32)

Isu kekerasan seksual terhadap perempuan di Aceh  tidak bisa dilepaskan dari peristiwa di masa konflik dan pasca konflik.
Pengumuman, Kamis, 03 Desember 2020

PENGUMUMAN Nomor: P.64 TAHUN 2020 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PELAMAR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN 2020 (178)

Berdasarkan hasil Seleksi Administrasi, nama-nama yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya (berdasarkan urutan abjad) adalah sebagai berikut:
Siaran Pers, Rabu, 02 Desember 2020

Hari AIDS Sedunia : Kemen PPPA Ajak Masyarakat Jauhi Virusnya Bukan Orangnya (52)

Dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 pada 1 Desember 2020, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)…
Siaran Pers, Selasa, 01 Desember 2020

Menteri Bintang Berikan Penghargaan API 2020 Kepada 8 Perempuan Berprestasi (245)

Jakarta (01/12) – Memasuki penghujung 2020, perhelatan bergengsi Anugerah Perempuan Indonesia (API) kembali digelar. Terlaksana untuk ke tujuh kalinya, penyelenggaraan…