Linda Gumelar ingatkan pemudik bersepeda motor

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1668 Kali

Meneg PP & PA, Linda Amalia Sari Gumelar didampingi oleh Sekretaris Kementerian PP & PA
Danti Anwar (duduk sebelah kanan) dan Kepala Biro Humas Kementerian PP & PA Endang Moerniati (berdiri sebelah kanan) memberikan keterangan kepada Wartawan sesaat sebelum acara Buka Puasa Bersama Wartawan Fortapena, Jakarta, Senin Petang (22/8).
Teks dan Foto: Anthony Firdaus


Menteri Negara Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengimbau kepada para pemudik Lebaran Idul Fitri 1432 H, terutama yang memakai kendaraan sepeda motor agar lebih berhati-hati dan waspada selama berjalan di jalur mudik.

"Sebaiknya ikuti aturan pemerintah untuk pemudik bermotor membawa penumpang tidak lebih dari tiga orang. Ini demi keamanan di jalan. Juga lebih berhati-hati, dan jangan mengebut," ujar Linda di sela-sela acara buka puasa bersama dengan media dan jajaran Kemen PP & PA di Jakarta Senin Petang (22/8).

Menurut dia, itu semua demi kebaikan pemudik bermotor sendiri, demi menjaga kesehatan selama di jalan, karena kalau penumpang bermotor terlalu banyak bisa membahayakan bagi orangtua dan anak-anaknya.

Linda Gumelar juga mengimbau kepada para pemudik agar hati-hati meninggalkan rumahnya. Kompor, listrik dan telpon dicek dulu. Juga kunci rumah dengan benar. "Kali perlu dititipkan rumah kepada tetangga yang tidak mudik," katanya.

Usai Lebaran, lanjutnya, dia minta kepada para pemudik agar tidak membawa keluarga atau teman yang belum punya pekerjaan tetap ke ibukota. "Kasihan nanti mereka tidak ada yang urus, karena sudah terlalu banyak orang daerah ke Jakarta, sementara pekerjaan tidak ada."

Selain itu, ujar Linda, masyarakat juga diminta agar tidak terpengaruh oleh bujuk rayu para calo yang menawarkan pekerjaan di ibukota dan ke luar negeri.

"Ini bahaya. Biasanya usai Lebaran banyak calo-calo bergentayangan mencari mangsa, mengajak kerja ke Jakarta atau ke negara lain dengan iming-iming gaji besar. Tapi sampai di ibukota, malah terlantar dan uangnya habis diambil. Dan jangan sampai terjadi trafficking," ungkap Linda.

[sumber: bisnisindonesia.com]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (46)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (52)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (43)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (86)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"