Linda Gumelar ingatkan pemudik bersepeda motor

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2073 Kali

Meneg PP & PA, Linda Amalia Sari Gumelar didampingi oleh Sekretaris Kementerian PP & PA
Danti Anwar (duduk sebelah kanan) dan Kepala Biro Humas Kementerian PP & PA Endang Moerniati (berdiri sebelah kanan) memberikan keterangan kepada Wartawan sesaat sebelum acara Buka Puasa Bersama Wartawan Fortapena, Jakarta, Senin Petang (22/8).
Teks dan Foto: Anthony Firdaus


Menteri Negara Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengimbau kepada para pemudik Lebaran Idul Fitri 1432 H, terutama yang memakai kendaraan sepeda motor agar lebih berhati-hati dan waspada selama berjalan di jalur mudik.

"Sebaiknya ikuti aturan pemerintah untuk pemudik bermotor membawa penumpang tidak lebih dari tiga orang. Ini demi keamanan di jalan. Juga lebih berhati-hati, dan jangan mengebut," ujar Linda di sela-sela acara buka puasa bersama dengan media dan jajaran Kemen PP & PA di Jakarta Senin Petang (22/8).

Menurut dia, itu semua demi kebaikan pemudik bermotor sendiri, demi menjaga kesehatan selama di jalan, karena kalau penumpang bermotor terlalu banyak bisa membahayakan bagi orangtua dan anak-anaknya.

Linda Gumelar juga mengimbau kepada para pemudik agar hati-hati meninggalkan rumahnya. Kompor, listrik dan telpon dicek dulu. Juga kunci rumah dengan benar. "Kali perlu dititipkan rumah kepada tetangga yang tidak mudik," katanya.

Usai Lebaran, lanjutnya, dia minta kepada para pemudik agar tidak membawa keluarga atau teman yang belum punya pekerjaan tetap ke ibukota. "Kasihan nanti mereka tidak ada yang urus, karena sudah terlalu banyak orang daerah ke Jakarta, sementara pekerjaan tidak ada."

Selain itu, ujar Linda, masyarakat juga diminta agar tidak terpengaruh oleh bujuk rayu para calo yang menawarkan pekerjaan di ibukota dan ke luar negeri.

"Ini bahaya. Biasanya usai Lebaran banyak calo-calo bergentayangan mencari mangsa, mengajak kerja ke Jakarta atau ke negara lain dengan iming-iming gaji besar. Tapi sampai di ibukota, malah terlantar dan uangnya habis diambil. Dan jangan sampai terjadi trafficking," ungkap Linda.

[sumber: bisnisindonesia.com]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (51)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (43)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (64)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (426)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (110)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…