Peluang Perempuan Geluti Bisnis Batik

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2415 Kali


Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amaia Sari Gumelar bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono serta Ibu Herawati Boediono saat meninjau stan pameran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di lokasi World Batik Summit Balai Sidang Jakarta, Rabu Pagi (28/9).
Teks dan Foto: Dianawati Lasmindar / Humas KPP & PA


JAKARTA - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan bahwa batik merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi kaum perempuan.

"Batik ini merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi para perempuan," kata Linda Amalia Sari Gumelar saat meninjau stan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di lokasi World Batik Summit Balai Sidang Jakarta, Kamis Sore (29/9).

Linda menjelaskan, pada saat ini perajin batik dari kalangan perempuan jumlahnya sangat banyak. Namun jumlah perempuan yang terjun langsung ke pendistribusian dan bisnis batik jumlahnya sangat sedikit. "Untuk itu kementerian kami mendorong para perempuan untuk terjun langsung ke bisnis batik," katanya.

Menurut Linda, peminat batik di Indonesia jumlahnya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. "Karena itu bisnis batik bisa menjadi usaha yang menjanjikan sesuai dengan program pemberdayaan ekonomi perempuan," katanya.

Selain itu, terjun di bisnis batik menurut istri dari Jenderal Agum Gumelar tersebut bisa sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa. "Sudah tugas kita semua melestarikan warisan budaya bangsa, apalagi kalau melestarikannya bisa sekaligus meningkatkan kesejahteraan perempuan," katanya.

Linda juga menjanjikan, bahwa kementeriannya akan memfasilitasi perempuan yang ingin melestarikan batik dengan kementerian atau lembaga teknis lainnya.

"Kementerian kami akan memfasilitasi juga akan melakukan advokasi bagi perempuan yang ingin melestarikan batik dengan cara terjun langsung ke bisnis batik," katanya.

(antaranews.com)

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (6)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (16)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (59)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (83)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (82)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…