Perempuan diberi kesempatan untuk berdayakan hutan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1926 Kali

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Efektivitas Pengarusutamaan Gender di Bidang Kehutanan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar dengan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan
di Manggala Wana Bhakti, Jakarta, Rabu Pagi (3/8).
Foto: Andi Nirmalasari / Humas KPP - PA


JAKARTA: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Kehutanan menandatangani kesepakatan bersama tentang Peningkatan Efektivitas Pengarusutamaan Gender di Bidang Kehutanan.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, dan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan di Manggala Wana Bhakti, Jakarta, Rabu Pagi (3/8).

Menteri Linda Gumelar menuturkan pembangunan kehutanan telah dirasakan manfaatnya selama ini, terutama untuk menggerakkan sektor ekonomi dan berbagai sektor lainnya dengan berbasis potensi daerah. Ragam sektor tersebut, katanya, cenderung rawan akan permasalahan akses bagi kaum perempuan yang acap kali berada pada prioritas kedua.

"Dengan adanya MoU ini diharapkan mampu mamastikan bahwa hak tradisional kaum perempuan tidak dihilangkan dalam hal pemanfaatan sumber daya alam hutan beserta hasilnya. Misalnya pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk kehidupan sehari-hari, bukan untuk industri. Dengan begitu perempuan dan laki-laki mendapatkan askes setara pada kawasan, maupun hak pemanfaatan hutan," ujar Istri Jenderal Agum Gumelar seusai penandatangan MoU.

Meneg PP - PA mengatakan MoU ini juga mengupayakan berbagai langkah untuk menghindari konflik potensial diantara pemanfaatan hutan, dan memastikan adanya kerja sama laki-laki dan perempuan dalam pelaksanaan prioritas program/kegiatan kehutanan.

"Keterampilan masyarakat, baik perempuan dan laki-laki, akan ditingkatkan melalui pengenalan teknologi baru yang dapat diimplementasikan secara efektif dan terjangkau," ungkap Menteri Linda Gumelar. [AF]
 

 

Publikasi Lainya

Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (156)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (64)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (70)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Berantas Perdagangan Orang dengan Modus Eksploitasi Seksual di Media Daring, Kemen PPPA : Kenali Modusnya dan Pahami Perkembangan Teknologi (84)

Munculnya pemberitaan terkait kasus perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual anak di media daring (online) terhadap 305 anak yang dilakukan…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Hilangkan Rasa Malu, Maksimalkan Pendampingan dan Perlindungan ABK Terhadap Covid-19 (72)

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya menghilangkan perasaan malu karena dapat menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan dan perlindungan…