PEDOMAN STANDAR RUANG BERMAIN RAMAH ANAK (RBRA)

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 17 Agustus 2021
  • Dibaca : 5468 Kali

Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) adalah ruang yang dinyatakan sebagai tempat dan/atau wadah yang mengakomodasi kegiatan anak bermain dengan aman dan nyaman, terlindungi dari kekerasan, dan hal-hal lain yang membahayakan, tidak dalam situasi dan kondisi diskriminatif, demi keberlangsungan tumbuh kembang anak secara optimal dan menyeluruh, baik fisik, spiritual, intelektual, sosial, moral, mental, emosional, dan pengembangan bahasa. RBRA dapat dibangun dan dikembangkan di lingkungan alami dan lingkungan buatan. Penyelenggaraan RBRA adalah untuk meningkatkan kualitas anak dalam hal kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial budaya, kecerdasan Bahasa dan komunikasi serta keterampilan motorik dan fisik. Penyelenggaraan RBRA juga merupakan salah satu upaya percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030 yang diperkuat dengan disahkanya Peraturan Presiden (Perpres) No 25 Tahun 2021 Tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Pedoman RBRA mengatur standar yang memuat: (1) Dalam pengembangan RBRA bagi seluruh pemangku kepentingan terkait di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota, yang merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; (2) Bagi Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), untuk mendukung perwujudan KLA melalui pengembangan RBRA sebagai salah satu sub indikator KLA; (3) Untuk memasukkan substansi tentang RBRA pada peraturan daerah yang terkait.

Keberhasilan pelaksanaan penyelenggaraan RBRA akan sangat ditentukan oleh adanya kerjasama seluruh pemangku kepentingan di setiap tingkatan pemerintahan baik provinsi maupun kabupaten/kota dengan melibatkan masyarakat dan pihak swasta yang memiliki komitmen terhadap penyelenggaraan RBRA. Pelaksanaan kebijakan RBRA memerlukan berbagai persyaratan, termasuk inisiatif dan inovasi pelaksanaan kebijakan perlu memperhatikan kebutuhan dan kendala yang ada di daerah.

Unduh Pedoman RBRA

 
 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 26 November 2022

Menteri PPPA Lakukan Kick Off Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kampung Nelayan Jakarta Utara ( 47 )

Jakarta (26/11) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga melakukan kick off dimulainya Kampanye 16 Hari Anti…

Siaran Pers, Jumat, 25 November 2022

Dampingi Presiden Tinjau Lokasi Bencana di Cianjur,Menteri PPPA Tekankan Urgensi Penanggulangan Bencana Ramah Perempuan dan Anak ( 93 )

Cianjur (24/11) – Presiden Joko Widodo didampingi beberapa Menteri di Kabinet Indonesia Maju meninjau beberapa lokasi bencana gempa bumi di…

Siaran Pers, Jumat, 25 November 2022

Peringati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP), Menteri PPPA Ajak Masyarakat Melawan dan Menolak Segala Bentuk Kekerasan terhadap Perempuan ( 203 )

Dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP) yang dilaksanakan setiap tanggal 25 November hingga 10 Desember,…

Siaran Pers, Jumat, 25 November 2022

KemenPPPA Tegaskan Peran Ulama Perempuan Ciptakan Peradaban Berkeadilan ( 114 )

Jepara (25/11) – “Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Peradaban yang Berkeadilan” menjadi tema dalam perhelatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)…

Pengumuman, Kamis, 24 November 2022

Pengumuman Nomor: P. 15 /Setmen.Birosdmu/KP.03.01/11/2022 Hasil Seleksi Administrasi Pada Seleksi PPPK (Formasi Tenaga Kesehatan) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun Anggaran 2022 ( 1069 )

Pengumuman Panitia Seleksi Pengadaan PPPK Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun Anggaran 2022