Validasi Data Laporan Pemerintah untuk 20 Tahun Landasan Aksi Beijing

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1427 Kali

Jakarta (22/10),  Bertempat di Hotel Santika BSD Serpong, Biro Perencanaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan UN Women Indonesia mengadakan Workshop Validasi Data Laporan Pemerintah untuk 20 Tahun Landasan Aksi Beijing. Workshop dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yaitu dari tanggal 22-24 Oktober 2014. ‘Kegiatan ini bertujuan untuk menvalidasi data yang telah disampaikan oleh K/L dan stakeholders terkait atas formulir survey UN ESCAP yang telah diisi oleh pihak-pihak tersebut sebelumnya’ demikian disampaikan Sri Danti Anwar, Sesmen PP-PA.

Lebih lanjut, Sesmen mengatakan bahwa pengisian formulir tersebut terkait kewajiban Indonesia untuk melaporkan perkembangan pembangunan isu perempuan dan anak perempuan seperti yang dimandatkan oleh Beijing Platform for Action dimana Indonesia merupakan salah satu Negara yang menandatanganinya pada tahun 1995 silam di Beijing.

Dalam formulir isian survey yang dibuat oleh UN ESCAP, terdapat dua belas bidang kritis yang harus dilaporkan oleh setiap Negara anggota. Kedua belas bidang kritis tersebut adalah perempuan dan kemiskinan, pendidikan dan pelatihan bagi perempuan, perempuan dan kesehatan, perempuan dan kekerasan, perempuan dan konflik bersenjata, perempuan dan ekonomi.

Selanjutnya adalah perempuan dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan, mekanisme kelembagaan bagi perempuan, hak asasi perempuan, perempuan dan lingkungan hidup dan yang terakhir adalah anak perempuan.

Selain melakukan validasi data, workshop juga menjaring masukan dari masing-masing institusi peserta tentang program dan kebijakan yang telah dilaksanakan dari tahun 2010-2014 khususnya terkait dengan kedua belas bidang kritis diatas termasuk didalamnya tantangan yang dihadapi dan hal-hal yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Hal ini sesuai format laporan yang diminta oleh ESCAP bahwa perkembangan pembangunan isu perempuan dan anak perempuan harus mencakup hal-hal yang telah dicapai, hambatan dan rekomendasi ke depan.

Workshop dihadiri oleh 48 (empat puluh delapan) peserta yang berasal dari K/L terkait dan perwakilan organisasi masyarakat sipil yang memiliki concern dan interest terhadap isu perempuan dan anak perempuan. Hasil workshop rencananya akan dilaporkan dalam Asia and Pacific Conference on Gender Equality and Women’s Empowerment: Beijing+20 Review yang akan dilaksanakan di Bangkok pada tanggal 17-20 November 2014.

Foto Bersama para peserta di hari terakhir

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 14 Agustus 2020

Berbaju Adat NTT, Presiden Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara (72)

Presiden Joko Widodo pada Jumat, 14 Agustus 2020, akan menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020 dan Pidato…
Siaran Pers, Jumat, 14 Agustus 2020

Kesetaraan Gender di Ruang Redaksi Media (47)

Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan mengatakan saat ini, seringkali pemberitaan di media massa cenderung menyudutkan dan mengeksploitasi…
Siaran Pers, Jumat, 14 Agustus 2020

Kemen PPPA Berikan Pendampingan Psikologi Pada Anak Korban Kekerasan Seksual di Sukabumi   (62)

Kabandungan, Kab. Sukabumi (14/08) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memberikan pendampingan psikologi untuk menghilangkan trauma kepada…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (35)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (42)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…