Meneg. PP dan PA menerima kunjungan kehormatan dan persahabatan dari Dubes Azerbaijan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1557 Kali

Pada hari Selasa (15/12) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menerima kunjungan kehormatan dan persahabatan dari Dubes Azerbaijan untuk Indonesia, Yang Mulia Ibrahim A. Hajiyev di ruang kerja beliau.

Dalam kunjungan tersebut Hajiyev menyampaikan ucapan selamat kepada Ibu Linda Amalia Sari Gumelar atas pengangkatan beliau sebagai Menetri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Perempuan. Hajiyev menyampaikan bahwa Azerbaijan adalah Negara sekuler di mana mayoritas penduduknya beragama Islam. Dalam struktur masyarakatnya, perempuan sudah setara dengan laki-laki dalam segala hal. Namun demikian, perempuan tetap bangga menyatakan bahwa suaminya adalah kepala keluarga dalam relasi perkawinan,

Pada kesempatan yang sama, Ibu Menteri menyampaikan visi, misi, dan rencana strategis KPP dan PA dalam 5 tahun ke depan untuk memajukan kedudukan perempuan dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak anak serta perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Jumlah perempuan dan anak yang sangat besar, diperkirakan lebih dari 68% total jumlah penduduk, merupakan amanat yang sangat besar dan memerlukan kerjasama lintas bidang, baik di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Pertemuan yang hangat diakhiri dengan saling memberikan cidera mata antara YM Hajiyev dan Ibu Linda Amalia Sari Gumelar.

Pada hari yang sama, delegasi dari Kementerian Urusan Etnik (SEAC) Republik Rakyat China mengunjungi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Abdul Muis 7. Delegasi yang diketuai oleh Mr. Wu Shimin, Vice Minister of SEAC diterima oleh Sekretaris Menteri PP dan PA, Dr. Ir. Koensatwanto Inpasihardjo, daan didampingi oleh Pribudiarta Nur (Kepala Biro Perencanaan dan KLN), dan Sri Haryati (Asdep pada Deputi Perlindungan Anak). Maksud kunjungan dimaksud adalah untuk mengetahui kebijakan dan program pemerintah Indonesia dalam perlindungan perempuan dan anak serta pemberdayaan ekonomi perempuan. Dalam kesempatan tanya jawab, beberapa isu yang mendapat perhatian, antara lain adalah tentang kebijakan wajib belajar bagi anak dan penghapusan buta aksara penduduk usia dewasa, khususnya perempuan.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 11 Agustus 2020

Dukung Peningkatan Layanan Unit PPA POLRI, Menteri Bintang Ingatkan Pelayanan Berperspektif Korban (7)

Permasalahan perempuan dan anak merupakan permasalahan multi sektoral, sehingga layanan perempuan dan anak korban kekerasan harus diberikan secara komprehensif dan…
Siaran Pers, Selasa, 11 Agustus 2020

Menteri PPPA : Ajak Anak Praktikkan Nilai Pancasila dalam kehidupan Nyata (78)

Di tengah arus globalisasi yang kuat, ancaman intoleransi dan perpecahan, ideologi militan, serta ketidakadilan menjadikan tantangan tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai…
Siaran Pers, Senin, 10 Agustus 2020

Optimalisasi Layanan JDIH, Kemen PPPA Sediakan Kemudahan Akses Produk Hukum terkait PPPA (91)

Jakarta (10/08) – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan suatu sistem pemanfaatan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (80)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (62)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…