Meneg. PP dan PA menerima kunjungan kehormatan dan persahabatan dari Dubes Azerbaijan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1408 Kali

Pada hari Selasa (15/12) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menerima kunjungan kehormatan dan persahabatan dari Dubes Azerbaijan untuk Indonesia, Yang Mulia Ibrahim A. Hajiyev di ruang kerja beliau.

Dalam kunjungan tersebut Hajiyev menyampaikan ucapan selamat kepada Ibu Linda Amalia Sari Gumelar atas pengangkatan beliau sebagai Menetri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Perempuan. Hajiyev menyampaikan bahwa Azerbaijan adalah Negara sekuler di mana mayoritas penduduknya beragama Islam. Dalam struktur masyarakatnya, perempuan sudah setara dengan laki-laki dalam segala hal. Namun demikian, perempuan tetap bangga menyatakan bahwa suaminya adalah kepala keluarga dalam relasi perkawinan,

Pada kesempatan yang sama, Ibu Menteri menyampaikan visi, misi, dan rencana strategis KPP dan PA dalam 5 tahun ke depan untuk memajukan kedudukan perempuan dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak anak serta perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Jumlah perempuan dan anak yang sangat besar, diperkirakan lebih dari 68% total jumlah penduduk, merupakan amanat yang sangat besar dan memerlukan kerjasama lintas bidang, baik di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Pertemuan yang hangat diakhiri dengan saling memberikan cidera mata antara YM Hajiyev dan Ibu Linda Amalia Sari Gumelar.

Pada hari yang sama, delegasi dari Kementerian Urusan Etnik (SEAC) Republik Rakyat China mengunjungi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Abdul Muis 7. Delegasi yang diketuai oleh Mr. Wu Shimin, Vice Minister of SEAC diterima oleh Sekretaris Menteri PP dan PA, Dr. Ir. Koensatwanto Inpasihardjo, daan didampingi oleh Pribudiarta Nur (Kepala Biro Perencanaan dan KLN), dan Sri Haryati (Asdep pada Deputi Perlindungan Anak). Maksud kunjungan dimaksud adalah untuk mengetahui kebijakan dan program pemerintah Indonesia dalam perlindungan perempuan dan anak serta pemberdayaan ekonomi perempuan. Dalam kesempatan tanya jawab, beberapa isu yang mendapat perhatian, antara lain adalah tentang kebijakan wajib belajar bagi anak dan penghapusan buta aksara penduduk usia dewasa, khususnya perempuan.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (93)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (36)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (149)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…