MELALUI MUNAS II DHARMA WANITA PERSATUAN, KITA TINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA ANGGO

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2701 Kali

Musyawarah Nasional (Munas) merupakan forum tertinggi organisasi yang berwenang menetapkan atau mengubah Anggaran Dasar, menetapkan rencana kerja, memilih dan menetapkan Ketua Umum, mengevaluasi laporan pertanggungjawaban Ketua Umum serta menetapkan keputusan lainnya.

Pada kesempatan ini, kehadiran Bapak Presiden dan Ibu tentu akan memberi motivasi yang luar biasa bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan dan sekaligus pengakuan pemerintah akan kiprah Dharma Wanita Persatuan selama ini.

Pelaksanaan MUNAS II Dharma Wanita Persatuan Tahun 2009 ini, akan memperoleh masukan-masukan positif guna penyempurnaan dan perbaikan organisasi, banyak sejumlah kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dirumuskan dalam MUNAS II ini.

Kegiatan ini sangat strategis dan penting bahkan menjadi kunci dalam menentukan masa depan organisasi termasuk strategi untuk mengatasi masalah yang dihadapi bangsa, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya dan lingkungan.

Dharma Wanita Persatuan memiliki fungsi perekat antara fungsi-fungsi kemasyarakatan dan pemerintahan. Dharma Wanita berperan sebagai unsur yang menggalang peran serta masyarakat dalam mendukung pembangunan.

Dharma Wanita Persatuan telah banyak melakukan hal-hal baik di tingkat nasional maupun daerah.

Salah satu Ormas Perempuan telah berkiprah dengan konkrit melaksanakan komitmen pemerintah terhadap dunia Internasional. Salah satu diantaranya adalah Tujuan Pembangunan Milenium atau yang kita biasa sebut MDGs. Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) lahir dari Deklarasi Milenium, suatu konsensus global yang disepakati 189 negara anggota PBB pada tahun 2000 dan yang harus dicapai pada tahun 2015.

Adapun sasaran dari kesepakatan MDGs yang seluruhnya berjumlah 8 butir sangat berwajah perempuan dan anak, yaitu:

1. Menghapus kemiskinan ekstrim dan kelaparan

2. Mencapai pendidikan dasar universal

3. Mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan

4. Penurunan angka kematian balita

5. Memperbaiki kesehatan ibu

6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit-penyakit lain

7. Memastikan kelestarian lingkungan

8. Mengembangkan kemitraan global bagi pembangunan.



MDGs diikuti 16 target global dan 48 indikator global. Tujuan, target dan indikator itu dimaksudkan agar negara bekerja bersama untuk mendorong tindakan yang efektif guna mencapai pembangunan berkelanjutan dan menghapus kemiskinan. Target-target dan indikator-indikator itu diciptakan untuk menjadi ukuran kongkrit sejauh mana negara-negara membuat kemajuan dalam mencapai Tujuan MDG, dan kemajuan itu dinilai secara teratur pada tingkat negara melalui laporan MDG nasional.

Komitmen internasional lainnya pada tahun 1995, yaitu pada Konferensi Dunia IV tentang Perempuan, di Beijing, Konferensi tersebut telah menghasilkan Deklarasi dan Landasan Aksi Beijing (Declaration and the Beijing Plaform for Action

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (46)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (52)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (43)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (86)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"