Menteri PP dan PA Himbau Perempuan Dan (Anak) Waspada Terhadap Gerakan Radikal

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1328 Kali

Jakarta (21/1) – Beberapa pekan terakhir masyarakat dikejutkan oleh sejumlah pemberitaan di media massa dan meningkatnya laporan masyarakat kepada pihak kepolisian karena kehilangan anggota keluarganya. Kejadian ini bersamaan dengan pemberitaan tentang munculnya gerakan radikal yang cukup meresahkan masyarakat. Perempuan dan anak tidak luput menjadi salah satu kelompok yang menjadi sasaran / target dari munculnya gerakan radikal ini.

“Menyikapi berita yang berkembang di media massa dan kasus-kasus yang terjadi di masyarakat tentang munculnya gerakan-gerakan radikal (khususnya keterkaitannya dengan isu perempuan dan anak), saya lebih melihat dari sisi pengaruh yang disebarluaskan kepada masyarakat, dimana banyak perempuan dan anak menjadi salah satu sasaran atau target, sehingga mereka pun menjadi korban dari gerakan ini,” ujar Menteri Yohana.

Oleh karena itu, Menteri Yohana menghimbau hal-hal sebagai berikut :

  1. Kepada masyarakat (khususnya kaum perempuan) untuk meningkatkan kewaspadaan dini/ early warning system apabila ada tawaran/iming-iming untuk bergabung dalam organisasi tertentu yang belum dikenal; Kepada para orangtua agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan dan komunikasi yang baik kepada anak-anaknya agar terhindar dari pengaruh sebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
  2. Kepada masyarakat untuk berperan aktif dan waspada apabila menemukan indikasi-indikasi masuknya paham-paham baru yang dibungkus dengan berbagai modus yang berkedok dana-dana sosial untuk kepentingan masyarakat;
  3. Perlunya upaya untuk segera melakukan pendampingan, pemulihan, dan rehabilitasi bagi perempuan dan anak yang sudah terlanjur menjadi korban, jangan ada stigmatisasi dan pengucilan kepada korban;
  4. Terakhir adalah penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng dalam mencegah segala bentuk pengaruh negatif yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita bersama-sama mencegah agar gerakan-gerakan radikal tidak lagi tumbuh dan bermunculan di Indonesia dan kembali kepada nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa,” pungkas Menteri Yohana.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (10)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (9)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (17)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (9)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (28)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…