Menteri Yohana: Perlu Dikembangkan Bahan Ajar yang Responsif Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1384 Kali

Menteri PP-PA, Yohana Yembise memberikan sambutan saat membuka workshop "Penguatan Kapasitas Widyaswara Tentang Bahan Ajar Kasis Berbasis Kesetaraan Gender pada Diklat ASN"

 

Jakarta (4/6) - Menteri PP-PA, Yohana Yembise membuka dan memberikan sambutan pada acara workshop "Penguatan Kapasitas Widyaiswara Tentang Bahan Ajar Kasis Berbasis Kesetaraan Gender pada Diklat ASN" di STIE LAN, yang diselenggarakan selama 2 hari, 4-5 Juni 2015.

Isu Gender adalah isu internasional yang saat ini menjadi sorotan di dunia. Menteri Yohana menjelaskan bahwa UN Women menargetkan tahun 2030 adalah Planet 50:50, Step It Up for Gender Equality. Indonesia terpilih sebagai 10 negara dengan populasi yang besar dan ditantang untuk mampu memberikan kesempatan yang sama antara perempuan dan laki-laki.

"Untuk itu saya sangat mengapresiasi dilaksanakannya workshop ini dimana menguatkan kapasitas kesetaraan gender di kalangan widyaiswara, dan saya harapkan workshop ini dapat dilanjutkan di sekolah-sekolah dalam memberikan pembinaan PUG di kalangan guru dalam membuat bahan ajar yang responsif gender, sehingga Indonesia mampu mencapai Planet 50 50", sambut Menteri Yohana saat membuka workshop ini.

Pengarusutamaan Gender perlu dilakukan secara holistik karena jumlah penduduk di Indonesia yang cukup berimbang antara perempuan dan laki-laki. Pengarusutamaan Gender sebaiknya dilakuan pada setiap sektor pembangunan. Untuk itu, dalam sektor pendidikan contohnya, dibuatlah pengembangan program diklat dengan bahan ajar yang berbasis gender. Untuk mewujudkannya, maka widyaiswara pada diklat tersebut perlu diberikan pengetahuan dan penguatan persepsi tentang kesetaraan gender sehingga mampu menyampaikan bahan ajar yang responsif gender kepada para mahasiswa dan peserta baik di pusat maupun di daerah. Penguatan kapasitas pengarusutamaan (PUG) bagi Widyaiswara (WI) menjadi sangat strategis karena WI memiliki fungsi transformatif nilai-nilai, gagasan, dan ide-ide perubahan paradigma kesetaraan gender pada semua bidang pembangunan. Widyaiswara yang sensitif gender akan menjadi modal besar dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia laki-laki dan perempuan guna menghadapi persaingan produk barang dan jasa serta sumberdaya manusia antarkawasan

Workshop ini nantinya tidak hanya diselenggarakan di Jakarta, namun akan dilanjutkan di Bandung, Samarinda dan Aceh.

 

Foto Terkait:

Menteri Yohana menyerahkan tanda peserta secara simbolik kepada dua peserta widyaiswara

 

Menteri PP-PA, Yohana Yembise di dampingi oleh Deputi Bidang PUG Bidang Politik, Sosial dan Hukum, Heru Kasidi dan Asisten Deputi Gender Dalam Politik dan Pengambilan Keputusan, Darsono berfoto bersama dengan para peserta workshop.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (46)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (64)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak (40)

Jakarta (19/09) – Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Didik dan Lindungi Anak adalah Kepuasan Batin (62)

Anak itu, akan menjadi apa nantinya ya tergantung orang tua mereka"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (250)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…