Anak-Anak Rumah Singgah Balarenik Diharapkan Dapat Menjadi Relawan Penyuluh Narkotika

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2008 Kali

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Rumah Singgah Balarenik, Cakung Jakarta Timur (15/7), FGD yang diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional 2014 ini mengangkat tema “Bahaya Narkotika dan Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak” dan dihadiri oleh 50 anak dan pendamping dari Rumah Singgah Balarenik.

Secara umum permasalahan narkotika dibagi menjadi tiga bagian yaitu adanya produksi narkotika secara gelap, perdagangan gelap narkotika dan  penyalahgunaan narkotika. Ketiga hal ini tentunya dapat melibatkan anak-anak karena mereka sangat rentan menjadi korban. Dengan demikian, bila anak-anak terlibat maka akan mengganggu tumbuh kembangnya secara optimal, dan dapat membahayakan keluarga dan lingkungan masyarakat, maupun bangsa dan negara.

Berdasarkan pada data yang dihimpun dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), menunjukkan bahwa lebih dari 50% penghuni Lapas karena kasus penggunaan narkotika. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya dari narkotika itu sendiri, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

“Dalam konteks itulah, maka dirasakan penting bagi kami untuk mengajak anak-anak semua untuk berdiskusi sebagai sarana sosialisasi tentang perihal bahaya narkotika dan dampaknya bagi kalian, serta saya berharap kalian dapat menjadi relawan penyuluh bagi teman-teman sebaya kalian.” ujar Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat memulai dialog dengan anak-anak dari Rumah Singgah Balarenik.

Melalui diskusi ini, diharapkan anak-anak, pendamping dan orangtua menyadari dan memahami tentang bahaya narkotika dan dampaknya bagi tumbuh kembang anak, anak-anak menyadari pentingnya membentengi diri dengan membangun lingkungan sehat dan aktivitas positif agar terhindar dari pengaruh narkotika, dan yang paling utama adalah anak-anak dapat berperan aktif sebagai “relawan penyuluh” tentang bahaya narkotika kepada sesama anak, di wilayah masing-masing termasuk melalui berbagai saluran media dan jejaring sosial.Pada kesempatan ini, dihadiri pula Direktur Advokasi BNN, dr. Victor Pudjiadji, SpB, FICS, DFM dan Ketua Yayasan LKSA Balarenik, Agusman, A.KS yang ikut berdiskusi dengan anak-anak jalanan di Rumah Singgah Balarenik.? [HM]

 

Foto Terkait:

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 22 Januari 2021

Sinergi Kemen PPPA Bagi Perempuan dan Anak Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan ( 21 )

Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak bagi korban…

Siaran Pers, Jumat, 22 Januari 2021

Menteri Bintang : Bangun Pos Ramah Perempuan dan Anak Agar Pengungsi Aman dan Nyaman ( 55 )

Sumedang (22/01) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengunjungi langsung daerah terdampak bencana longsor di Kabupaten…

Siaran Pers, Rabu, 20 Januari 2021

Wujudkan Kesetaraan Gender di Tempat Kerja, Sukseskan Pembangunan Ekonomi Bangsa ( 137 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengungkapkan bahwa  kesetaraan gender bertujuan bukan hanya demi kepentingan kaum perempuan…

Siaran Pers, Minggu, 17 Januari 2021

Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak pada Lokasi Bencana Gempa Di Mamuju ( 226 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim pertama untuk untuk pemetaan kebutuhan spesifik perempuan dan anak sekaligus…

Siaran Pers, Jumat, 15 Januari 2021

Perempuan, Kekuatan Bangsa dalam Memutus Mata Rantai Covid-19 ( 180 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menuturkan bahwa perempuan merupakan salah satu kekuatan penting bagi bangsa dalam…