Film Ambilkan Bulan Yang Kaya Akan Nilai Moral

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1290 Kali

Bersalaman.
Suasana di dalam bioskop saaat Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar menyapa seluruh anak yatim piatu.

 

Minggu pagi (22/7) lalu, telah ramai berkumpul anak-anak yatim piatu dengan rentang usia 5 - 17 tahun yang berasal dari berbagai panti asuhan Jakarta di salah satu bioskop di Jalan Thamrin. 250 anak yatim piatu tersebut merupakan undangan menonton bersama film dengan judul “Ambilkan Bulan” dari Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar. Selain anak yatim piatu juga hadir anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang didampingi oleh orang tuanya masing - masing.

"Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam memperingati Hari Anak Nasional yang diselenggarakan 23 Juli besok.  Anak yatim piatu dan anak berkebutuhan khusus dipilih karena sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada mereka. Nilai film  “Ambilkan Bulan” ini banyak mengandung pesan moral seperti  cinta terhadap lingkungan, persahabatan dan  sesuatu yang buruk itu apabila ditutup- tutupi akan nampak pada akhirnya.” ujar Linda Gumelar seusai menonton film.

Film "Ambilkan Bulan" ini bercerita tentang Amelia (Lana Nitibaskara), gadis cilik berusia 10 tahun yang kesepian karena Ratna (Astri Nurdin), ibunya, kelewat sibuk bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Setelah kematian suaminya (Agus Kuncoro), Ratna menjadi single parent yang harus menafkahi keluarga. Seluruh waktunya dihabiskan untuk bekerja. Amelia yang merasa tidak diperhatikan dan akhirnya mencari teman lewat situs jejaring sosial Facebook, yang mempertemukan ia dengan Ambar, sepupunya.

Ketika liburan tiba, Amelia memutuskan mengunjungi Ambar di desa. Di sana, ia bertemu dengan dengan keluarga besar ayahnya dan teman-teman baru. Amelia menjelajah seluruh desa, hingga pada suatu hari, mereka masuk terlalu jauh ke dalam hutan di tepi desa dan tersesat. Hutan yang terkenal angker karena di dalamnya tinggal Mbah Gondrong (Landung Simatupang) yang konon berteman dengan jin dan suka memangsa anak-anak. Namun, semua cerita itu ternyata tidak benar, karena Mbah Gondronglah yang justru menolong mereka keluar dari hutan. Mbah Gondrong adalah orang yang berusaha melindungi hutan dari penebangan liar.

Film yang kaya akan nilai moral seperti inilah yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia. Selain mengajarkan kebaikan, cinta lingkungan dan persahabatan, film ini juga diharapkan dapat mempopulerkan lagu-lagu anak kembali. Film ini dikemas secara apik dengan lagu-lagu anak tempo dulu ciptaan AT. Mahmud yang kemudian di rekam ulang dengan jenis musik yang lebih modern, sehingga dapat dinikmati seluruh kalangan usia baik anak-anak, remaja dan orang tua.

“Dalam rangka Hari Anak Nasional, saya berpesan kepada orang tua untuk membentuk karakter anak dari keluarga. Orang tua dapat memberikan kasih sayang, komunikasi yang baik, keteladanan dan juga memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh berkembang.” jelas Linda Gumelar saat ditanya tentang pesan untuk HAN 2012.

Menurut Linda. untuk KPPPA sendiri, dalam peringatan HAN 2012 kali ini lebih mengkhususkan pada anak-anak yang berkebutuhan khusus. Hal ini dikarenakan, masyarakat masih banyak yang belum menerima kehadiran ABK dengan baik, dikucilkan bahkan ada orang tua yang menyembunyikannya. Untuk itu, kita menghimbau untuk merubah mindset baik pemerintah, masyarakat, dan orang tua untuk memperhatikan ABK lebih baik lagi. Program yang telah dilaksanakan oleh KPPPA  yaitu dengan membuat kebijakan tentang Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Keluarga, selain itu kedepannya KPPPA akan menganalisis dan merevisi UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan menambahkan point pada anak yang berkebutuhan khusus. (hm)

 

Foto Terkait:

Motivasi.
Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar memberikan kata sambutan saat sebelum acara nonton bersama dimulai

 

Berbincang-bincang.
Menteri PP-PA , Linda Amalia Sari Gumelar berbincang-bincang dengan pemeran utama "Amelia", Lana Nitibaskara

 

Foto Bersama.
Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari berfoto bersama dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang juga ikut menonton film "Ambilkan Bulan"

Foto: Ranti / Humas KPP-PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (41)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (44)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.
Siaran Pers, Sabtu, 14 September 2019

Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif (90)

Bali (14/9) – Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18…
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Perlindungan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas (82)

Disabilitas merupakan bagian dari keberagaman
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Tingkatkan Partisipasi Anak, Kemen PPPA Perkuat Peran Forum Anak (80)

Bali (13/09) – Partisipasi anak, merupakan satu dari 5 hak dasar anak yang terendah dalam hal pemenuhannya