Kongres Orang Tua Anak Spesial dimulai

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2612 Kali

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar membuka Kongres Orang Tua Anak Spesial Indonesia yang akan berlangsung 28 hingga 29 Oktober 2011 di Wisma Handayani, Jakarta Selatan.

"Kongres ini adalah media untuk bertemunya para orang tua yang dianugerahi anak-anak spesial yang memiliki kebutuhan khusus," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar usai membuka kongres itu.

Linda berharap melalui kongres tersebut para orang tua bisa menyampaikan harapan dan cita-citanya untuk masa depan putra-putri yang lebih baik. Pemerintah,menurutnya, memerlukan dukungan para orang tua dan juga peran swasta terkait anak-anak berkebutuhan khusus.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan orang tua dan peran swasta dalam menghadapi persoalan anak berkebutuhan khusus," katanya.

Menteri juga berharap di masa mendatang data anak berkebutuhan khusus bisa dipersiapkan dengan baik.

"Dengan adanya data yang akurat maka langkah pemerintah untuk menghadapi masalah anak berkebutuhan khusus bisa lebih baik dan tepat sasaran," katanya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak siap untuk memfasilitasi aspirasi para orang tua melalui tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan atau dunia swasta.

Peserta Kongres Orang Tua Anak Spesial datang dari 33 kota di seluruh Indonesia dimana 70 persennya merupakan orang tua yang dianugerahi anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus dimaksud di antaranya penyandang autis, kesulitan belajar, down syndrome, cerebal palsy, dan tuna rungu.

Selain Linda Amalia Sari Gumelar, hadir juga dalam acara tersebut Anggota DPRD DKI Jakarta yang juga dianugerahi anak dengan kebutuhan khusus yakni Wanda Hamidah. (W004)


(sumber: www.antaranews.com)

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (8)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (30)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (373)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (101)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (95)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…