Azka dan Shafa Tersenyum Saat Dijenguk Linda Gumelar

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1774 Kali

Meneg PP - PA, Linda Amalia Sari Gumelar menjenguk Muhammad Azka Arriziq (4) dan Shafa Azalia (4) yang terkena penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS) di Ruang ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo Jakarta, Kamis (4/8). Gejala penyakit ini pada awalnya kesemutan setelah itu lumpuh total, hanya mengandalkan ventilator dan obat-obatan untuk mempertahankan nyawa.
Teks dan Foto: Anthony Firdaus / Humas KPP & PA


JAKARTA (4/8), pagi ini Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM) dikunjungi oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP-PA), Linda Amalia Sari Gumelar. Kunjungan Bu Menteri kali ini dalam rangka menjenguk pasien anak penderita Guillain - Barre Syndrome (GBS), mereka adalah Muhammad Azka Arriziq (4) dan Shafa Azalia (4) yang berasal dari dua keluarga yang berbeda.

GBS merupakan penyakit langka yang memerlukan pemulihan dalam jangka waktu yang lama. Penyakit yang gejala awalnya kesemutan ini, membuat pasien menjadi lumpuh dan bernapas menggunakan bantuan ventilator. Dengan kondisi ini, mengundang perhatian dari pemerintah termasuk Meneg PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar untuk menjenguk pasien anak penderita GBS dan memberikan semangat kepada kedua pasien tersebut dan dukungan kepada orangtuanya.

Suasana penuh haru menyelimuti ruangan ICU Anak di Gedung A RSCM, Ibu dari Shafa yang berada didalam ruangan langsung memeluk Bu Menteri dan menangis serta bercerita tentang perjuangan anaknya yang masih kecil itu. Sebagai wujud simpati, Ibu Menteri memberikan hadiah dan mainan kepada Shafa dan Azka. Melihat hadiah yang diberikan oleh Ibu Menteri, Shafa langsung tersenyum senang. Namun Azka yang masih koma, masih belum bisa bermain dengan mainan barunya, dan keadaan inilah yang membuat orangtua Azka menangis saat dihampiri oleh Ibu Menteri karena Azka adalah anak tunggal mereka.

"Saya melihat, Azka dan Shafa sangat bersemangat dan itulah yang perlu kita perhatikan bagi pasien yang masih terlampau muda, agar mereka diberikan pemulihan psikologis, sehingga tidak trauma terhadap penyakit yang dideritanya", jawab Linda saat ditanyai oleh para wartawan yang datang ke RSCM. (HM)


Foto Terkait :

Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar saat menghibur dan bermain bersama Shafa Azalia.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (12)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (14)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (23)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (11)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (32)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…