500 Anak Ada Konferensi di Solo

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 3163 Kali

Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Wauyo beserta Istri bernyanyi bersama anak-anak peserta Forum Anak Nasional Konferensi Internasional ke-2 Asia Pasifik Layak Anak di Hotel Sunan, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (30/6).
Teks dan Foto: Anthony Firdaus / Humas Meneg PP & PA


SOLO - Konferensi Internasional Layak Anak ke-2 dilaksanakan pemerintah Indonesia, 30 Juni-2 Juli di Kota Solo, Jawa Tengah. Konferensi dibuka Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Kamis (30/6).

Konferensi dihadiri sedikitnya 500 peserta. Mereka adalah perwakilan forum anak di 33 provinsi, anak-anak berprestasi khusus dan peninjau kota layak anak dari 14 negara yakni Malaysia, Brasil, Sudan, Vietnam, Philipina, Indonesia, Bolivia, Australia, Jepang, India, Hongkong, Pakistan, Malawi, dan Amerika Serikat. Hadir sebagai pembicara, Profesor Karen Malone ketua jaringan layak anak Asia Pasifik.

Meneg PP dan PA Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, konferensi layak anak bertujuan mendapatkan pelajaran dan pengalaman terbaik dari negara-negara lain dalam hal pembangunan kota layak anak.

Saat ini Indonesia sudah memiliki 75 kota/kabupaten yang memiliki komitmen kuat untuk jadi Kota Layak Anak (KLA). Dan daerah-daerah tersebut sudah masuk dalam jaringan ramah anak Asia Pasifik.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (39)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (31)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (88)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (120)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (95)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…