TV Hambat Perkembangan Bicara Anak

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 5948 Kali

TV merupakan salah satu sarana hiburan dan sumber informasi. Tapi, hati-hati dengan frekuensi dan durasi menonton Anda, terutama jika melibatkan anak. Pasalnya, TV bisa mengganggu kemampuan berbicara anak. Sebuah studi dari University of Washington School of Medicine menemukan, orangtua yang meninggalkan TV dalam keadaan menyala, bahkan saat tidak ada seorangpun yang menonton, bisa membahayakan perkembangan bicara anak. Studi ini menyatakan, baik orang dewasa maupun anak-anak hanya menggunakan sangat sedikit kata-kata saat TV sedang menyala dan merebut perhatian mereka.

Para peneliti mempelajari 329 anak yang berusia antara 2 bulan dan 4 tahun dengan menggunakan alat rekam digital. Alat rekam ini berfungsi untuk menangkap apapun yang mereka dengar atau katakan.

Berdasarkan laporan dari the Archives of Paediatrics and Adolescent Medicine, terang peneliti, anak-anak mendengar rata-rata 770 kata lebih sedikit dari orang dewasa atau 7% per setiap tambahan 1 jam paparan TV. "Kami telah mengetahui bahwa paparan TV di usia bayi berkaitan dengan hambatan kemampuan berbahasa dan gangguan konsentrasi, tetapi selama ini masih belum begitu jelas," ujar Pemimpin Studi Dimitri Christakis, seperti dikutip situs dailymail. Dan studi ini, lanjut Dimitri, merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa saat TV menyala, maka akan terjadi pengurangan percakapan di rumah.

TV terang Dimitri, membuat bayi berbicara lebih sedikit. Selain itu, yang menjaga dan merawat bayi tersebut juga semakin jarang berbicara kepada mereka."Orang dewasa biasanya mengucapkan sekitar 941 kata per jam. Studi kami menemukan orang dewasa hampir tidak mengucapkan kata sama sekali saat ada TV yang berbicara kepada anak."

Setiap kata sangat berharga bagi bayi, Dimitri menjelaskan lebih jauh, dan penemuan ini menunjukkan kalau paparan TV atau DVD tidak meningkatkan keahlian berbahasa. "Televisi mengurangi jumlah bahasa dan kata yang didengar bayi, yang mereka ucapkan serta yang mereka pelajari."

Teknologi seperti TV ini, terang dia, bisa berdampak negatif pada generasi dewasa selanjutnya. Selain itu, terang dia, penelitian sebelumnya telah membuktikan, DVD dan video yang dipasarkan untuk membantu bayi belajar bicara, sebenarnya malah memperlambat perkembangan bahasa mereka.

Jadi, jika ingin membantu perkembangan bicara anak kesayangan Anda, ada baiknya mengajaknya bicara langsung daripada membiarkannya diam tersihir di depan TV.

Penulis : Ikarowina Tarigan
Sumber : Media Indonesia Online, 04 Juni 2009

Publikasi Lainya

Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (272)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (83)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (82)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Berantas Perdagangan Orang dengan Modus Eksploitasi Seksual di Media Daring, Kemen PPPA : Kenali Modusnya dan Pahami Perkembangan Teknologi (89)

Munculnya pemberitaan terkait kasus perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual anak di media daring (online) terhadap 305 anak yang dilakukan…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Hilangkan Rasa Malu, Maksimalkan Pendampingan dan Perlindungan ABK Terhadap Covid-19 (75)

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya menghilangkan perasaan malu karena dapat menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan dan perlindungan…