TKI OVERSTAYERS DARI KOLONG JEMBATAN KHANDARA TIBA DI INDONESIA

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 19 Februari 2016
  • Dibaca : 4740 Kali
...

Para TKI yang sempat terlantar di kolong jembatan Khandara Jeddah, Arab Saudi tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta Indonesia pada hari Senin (14/02), pukul 12.40 WIB. Jumlah TKI seluruhnya yang terlunta-lunta di kolong jembatan Khandara sebanyak 566 orang, pemerintah memulangkan mereka dibagi menjadi 2 (dua) gelombang, yaitu gelombang pertama berjumlah 306 orang dan gelombang kedua berjumlah 260 orang.

Pada gelombang pertama ini, kenyataannya yang dipulangkan sebanyak 301 orang hal ini dikarenakan 5 orang harus melakukan perawatan terlebih dahulu karena sedang sakit. Pada gelombang pertama ini, terdiri dari 236 perempuan, 26 anak dan 39 balita/bayi. Berdasarkan pada data tersebut berarti jumlah TKI overstayers yang menjadi gelandangan kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.  Hal inilah yang membuat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkoordinasi dengan Kementerian Kesejahteraan Rakyat, BPN2TKI, Kementerian Luar Negeri dan Bareskrim memulangkan TKI yang telah melebihi izin tinggalnya di Arab Saudi. Mereka yang semula bekerja sebagai TKI, malah beralih menjadi gelandangan, pengemis, penjual nasi bungkus dan sebagainya, bahkan ada WNI yang semula berangkat dari jalur Umroh dan untuk menyusul suaminya ikut terlantar di kolong Khandara tersebut.

Untuk itulah pemerintah Indonesia bernegoisasi dengan pemerintah Arab Saudi memulangkan TKI/WNI overstayers tersebut ke Indonesia. Setelah mendapatkan exit permit dan dibebaskan denda, TKI/WNI tersebut dapat segera dipulangkan, namun bagi TKI/WNI yang terlibat tindak kriminal ditindak sesuai hukum. Kepulangan TKI/WNI tersebut dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri. Setelah tiba di Indonesia, mereka dibawa ke Gedung TKI Selapajang, untuk di data daerah asalnya dan data-data pribadi yang terkait dari TKI/WNI tersebut. Setelah pendataan tersebut, TKI/WNI yang sedang sakit akan dirujuk terlebih dahulu ke rumah sakit, TKI yang mengalami trauma dirujuk ke Kementerian SOsial untuk diberikan trauma healing, atau TKI yang sudah siap dipulangkan ke daerah asalnya, langsung dipulangkan ke daerahnya dengan dibiayai oleh BPN2TKI.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 15 Januari 2021

Perempuan, Kekuatan Bangsa dalam Memutus Mata Rantai Covid-19 ( 55 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menuturkan bahwa perempuan merupakan salah satu kekuatan penting bagi bangsa dalam…

Siaran Pers, Jumat, 15 Januari 2021

Menteri PPPA : Pengesahan RUU PKS Menjadi Undang-Undang Tidak Bisa Ditunda Lagi ( 79 )

Awal tahun ini,  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) akan kembali membahas Rancangan Undang-Undang yang masuk dalam daftar Proyek Legislasi Nasional…

Siaran Pers, Kamis, 14 Januari 2021

Menteri Bintang: Perempuan Harus Berdaya di Seluruh Bidang Kehidupan    ( 58 )

Jakarta (14/01) – Pemerintah secara tegas berkomitmen untuk dapat memenuhi dan menjamin adanya kesetaraan gender bagi laki-laki maupun perempuan. Baik…

Siaran Pers, Kamis, 14 Januari 2021

DPR RI Meminta Anggaran Kemen PPPA Ditambah ( 68 )

Jakarta (14/01) – Apresiasi positif diberikan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak…

Siaran Pers, Selasa, 05 Januari 2021

Refleksi Pemberdayaan Perempuan tahun 2020, Menteri PPPA : Dukung Kemajuan Perempuan ( 481 )

Jakarta (5/01) – Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak mudah bagi kita semua, tak terkecuali pada pemberdayaan perempuan Indonesia.