Press Release : Pendidikan Dan Sosialisasi Turunkan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 23 Maret 2016
  • Dibaca : 2671 Kali

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

PENDIDIKAN DAN SOSIALISASI TURUNKAN ANGKA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

 

Siaran Pers Nomor: 26 /Humas KPP-PA/3/2016

 

Pontianak (23/3) – Kekerasan dalam rumah tangga  sering dipandang sebagai wilayah masalah domestik yang bersifat sangat pribadi. Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik dalam rumah tangga maupun di ranah publik lebih banyak dialami perempuan dan anak berupa kekerasan fisik, psikis, pemaksaan seksual maupun penelantaran. Pandangan masyarakat yang melihat bahwa KDRT menjadi wilayah pribadi, maka sukar ditembus pihak-pihak yang ingin turut menyelesaikan kasus tersebut sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak sulit diketahui dan dibatasi oleh masyarakat setempat.  Hal ini dikatakan Menteri Yohana Susana Yembise dalam kunjungan kerja Rapat Koordinasi Kelembagaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (23/3).

 

Upaya untuk menurunkan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga perlu lebih digalakkan melalui pendidikan tentang ketahanan keluarga dan sosialisasi mengenai  Hak Asasi Manusia dan keadilan gender. Masyarakat juga perlu diberikan informasi tentang aksi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menolak kekerasan dalam rumah tangga.  Hal sama juga dialami Provinsi Kalimantan Barat dimana kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga terjadi. Di satu sisi, Kalimantan Barat termasuk provinsi yang memegang komitmen tinggi terhadap perlindungan atas hak asasi manusia terhadap setiap warganya. Komitmen ini ditujukan dengan program-program yang bersinergi antar jejaring dan mitra kerja perlindungan perempuan dan anak. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari yang masih sarat dengan budaya patriarki, perlakuan terhadap perempuan memberikan peluang bagi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berdampak negatif. Kekerasan terhadap perempuan jelas jadi hambatan bagi kemajuan perempuan maupun bagi peningkatan produktivitas masyarakat itu sendiri.

 

“Hari ini kita berkomitmen untuk mengkampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Kalimantan Barat.  Dan sesuai tema rakor kali ini terkait dengan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan urusan wajib non pelayanan dasar dan merupakan lintas bidang. Dengan demikian diharapkan ke depan kelembagaan/dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat mencakup seluruh urusan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, agar lebih fokus dalam menjalankan program dan kebijakan,” jelas Yohana.

 

 

 

 HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (29)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (35)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (36)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (23)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (49)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…