Indonesia Menuju Planet 50:50 Kesetaraan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 15 Maret 2017
  • Dibaca : 6533 Kali
...

Dua pertiga dari 757 juta orang dewasa di seluruh dunia yang tidak dapat membaca atau menulis adalah perempuan. Ini adalah isu yang semakin penting yang harus diatasi secara serius. Di Indonesia, berdasarkan hasil SP (Sensus Penduduk) 2010, jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) adalah sebesar 169,0 juta jiwa, terdiri dari 84,3 juta orang laki-laki dan 84,7 juta orang perempuan, yang dimana jumlah perempuan lebih besar 0,4% dari jumlah laki-laki. artinya bagaimana kita bisa memajukan bangsa bila kita tidak memberdayakan perempuan Indonesia?

Peran KPPPA dalam menanggapi hal ini adalah bagaimana caranya perempuan di Indonesia mendapatkan kesetaraan mulai dari aspek Pendidikan, Ekonomi, Sosial (Masyarakat), sampai Politik. Karena kesemua aspek ini dianggap penting karena perkembangan sebuah negara diukur dari kuatnya ke-4 pilar tersebut, yang dimana semua warga negara harus mengambil peran demi kemajuan bangsa tanpa memandang gender.

Jadi apa itu Gender Equality Planet 50:50? Gender Equality Planet 50:50 adalah sebuah kampanye yang di cetuskan oleh PBB yang mempunyai visi dan misi untuk menyetarakan Perempuan mendapatkan hak yang sama dengan lelaki dalam semua aspek kehidupan, tanpa mengurangi norma dan kodrat sebagai perempuan yang di rencanakan akan tercipta pada 2030.

Pada hari perempuan Internasional, Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-Moon mengatakan “'Marilah kita mencurahkan seluruh kesungguhan, advokasi yang berani dan kemauan politik yang tidak tergoyahkan untuk mencapai kesetaraan gender di seluruh dunia. Karena tidak ada investasi yang lebih besar di masa depan kita bersama." Sehingga tercetuslah istilah ‘Step It Up’ pada setiap Hari Perempuan Internasional

Di Indonesia, Kesetaraan Gender sangat dijunjung tinggi, sesuai dengan ucapan  Menteri PP-PA Yohana Yembise, Menurutnya perempuan di Indonesia memegang peranan penting dalam berbagai bidang salah satu contoh kecil adalah adanya sembilan menteri perempuan di kabinet saat ini dan banyaknya perempuan yang menjadi anggota DPR. Tindakah konkritnya adalah melakukan pelatihan kerja bagi perempuan, menciptakan kota ramah anak, pengaduan terintegrasi dan berbagai peraturan perundang-undangan. Dan tantangan terberatnya adalah, bagaimana kita menyampaikan pesan dan program baik ini ke desa-desa bahkan plosok Indonesia.

Mari kita dukung Gender Equality Planet 50:50 agar dunia menjadi lebih baik.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (8)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (30)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (373)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (101)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (95)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…