Terhambatnya Perempuan, Kerugian Demokrasi

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 5739 Kali

Terhambatnya perempuan menembus kursi legislatif merupakan kerugian signifikan bagi proses demokrasi di negeri ini. Sementara itu, perilaku politik sebagian anggota legislatif yang 89 persennya laki-laki membuat tingginya krisis kepercayaan terhadap proses demokratisasi.

Demikian benang merah pernyataan Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr Dewi Fortuna Anwar; Direktur The Habibie Center Ahmad Watik Pratiknya; peneliti masalah demokrasi Didiek Supriyanto; anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Nursanita Nasution; mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Ny Sulasikin Murpratomo; serta calon presiden dari jalur independen, Marwah Daud Ibrahim.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 10 Agustus 2020

Optimalisasi Layanan JDIH, Kemen PPPA Sediakan Kemudahan Akses Produk Hukum terkait PPPA (27)

Jakarta (10/08) – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan suatu sistem pemanfaatan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (72)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (54)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (117)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (156)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…