PERUBAHAN ATAS PENGUMUMAN NOMOR: P.92 TAHUN 2018 TENTANG CPNS DI KEMENPPPA Ta 2018

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 01 Desember 2018
  • Dibaca : 7141 Kali

PENGUMUMAN

Nomor : P. 99 TAHUN 2018

 

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PENGUMUMAN NOMOR: P. 92 TAHUN 2018 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

DI LINGKUNGAN    

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

TAHUN ANGGARAN 2018

 
Sehubungan dengan Pengumuman  Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selaku Penanggung Jawab Pengadaan CPNS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor: P.92 tahun 2018 tanggal 19 September 2018, dengan ini disampaikan hal sebai berikut:
  1. Diberitahukan untuk membaca dan memahami terlebih dahulu Pengumuman Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selaku Penanggung Jawab Pengadaan CPNS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor: P.92 tahun 2018 secara cermat dan menyeluruh, sebelum membaca pengumuman perubahan ini.
  2. Beberapa perubahan pada Pengumuman Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selaku Penanggung Jawab Pengadaan CPNS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor: P.92 tahun 2018, antara lain:
 
II. PERSYARATAN PELAMAR

No,

Semula 

Menjadi

12

Bagi pelamar umum berpendidikan Sarjana Strata 1 (S1), Indek Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (tiga koma nol) untuk Perguruan Tinggi Negeri dan 3.30 (tiga koma tiga) untuk Perguruan Tinggi Swasta

Bagi pelamar umum berpendidikan Sarjana Strata 1 (S1), Indek Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (tiga koma nol) untuk Perguruan Tinggi Negeri dan 3.10 (tiga koma satu) untuk Perguruan Tinggi Swasta

 

15

Untuk semua jabatan dipersyaratkan memiliki TOEFL ITP/Paper Based Toefl minimal 450 (setara dengan Computer Based Toefl minimal 133/ Internet Based Toefl minimal 45/ TOEIC 405/IELTS 4) atau Toefl Prediction Test 500, yang telah diperoleh sejak bulan Agustus 2016 dan setelahnya, kecuali untuk pelamar dengan kriteria Putra/Putri Papua atau Papua Barat, Penyandang Disabilitas.

Untuk semua jabatan dipersyaratkan memiliki TOEFL ITP/Paper Based Toefl minimal 400 (setara dengan Computer Based Toefl minimal 133/ Internet Based Toefl minimal 45/ TOEIC 405/IELTS 4) atau Toefl Prediction Test 450 (dikeluarkan oleh lembaga pendidikan yang berwenang), yang telah diperoleh sejak bulan Agustus 2016 dan setelahnya, kecuali untuk pelamar dengan kriteria Putra/Putri Papua atau Papua Barat, Penyandang Disabilitas.

 

Jakarta, 10 Oktober 2018

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan

   Perempuan dan Perlindungan Anak

Selaku

Penanggung Jawab Pengadaan CPNS

Kementerian Pemberdayaan Perempuan

dan Perlindungan Anak

 

 

Pribudiarta Nur Sitepu

 

Silahkan download informasi pengumuman ini selengkapnya :

Pengumuman no 99 thn 2018 ttg perubahan atas pengumuman no 92 thn 2018 cpns 2018

Pengumuman Nomor : P.  92 TAHUN 2018

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 07 Juli 2020

Stop Cyberbullying! Ciptakan Ruang Daring yang Aman bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19 (33)

Jakarta (7/07) – Saat ini, anak Indonesia merupakan bagian dari generasi digital yang aktif mengakses media sosial. Pada masa pandemi…
Siaran Pers, Selasa, 07 Juli 2020

Saat Pandemi, Anak di Wilayah Bencana Rentan Mengalami Eksploitasi dan Trafficking (42)

Anak dalam situasi bencana merupakan salah satu kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan, eksploitasi, bahkan menjadi korban perdagangan orang (trafficking).…
Pengumuman, Senin, 06 Juli 2020

Lomba Video 'Kawin Usia Anak Bukan Pilihan!" (676)

Lomba Video 'Kawin Usia Anak Bukan Pilihan!"
Siaran Pers, Senin, 06 Juli 2020

Menteri PPPA : Pecat dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di P2TP2A Lampung Timur (1109)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga meminta Bupati Lampung Timur untuk segera menon-aktifkan anggota P2TP2A (Pusat…
Siaran Pers, Senin, 06 Juli 2020

Tantangan Orang Tua Hadapi Era New Normal (646)

Rencana penerapan kebijakan tatanan normal baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19, mengharuskan para orang tua