
Delegasi ASEAN Kunjungi Desa Damai, KemenPPPA : Keterlibatan Perempuan Penting dalam Menciptakan Perdamaian
Siaran Pers Nomor: B-247/SETMEN/HM.02.04/07/2023
Yogyakarta (5/7) – Delegasi peserta ASEAN Gender Mainstreaming Conference hari ini mengunjungi Desa Damai (Peace Village) yang berlokasi di desa Sinduharjo, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Kunjungan berupa study visit ini untuk melihat secara langsung praktik baik pemberdayaan perempuan yang dilakukan untuk mengatasi ancaman radikalisme dengan memberdayakan masyarakat di desa. Pendekatan dilakukan dengan menggabungkan tiga komponen penting dalam membangun ketahanan di masyarakat yaitu peningkatan ekonomi, mekanisme sosial pembangunan perdamaian dan pemberdayaan perempuan.
Plt. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan sekaligus Staf Ahli Bidang Pembangunan Keluarga KemenPPPA, Indra Gunawan mengatakan bahwa perempuan memiliki peran penting untuk dapat terlibat dalam menciptakan nilai – nilai perdamaian. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara anggota ASEAN, untuk menerapkan serta mendorong keterlibatan perempuan hingga tingkat akar rumput.
“Selain upaya perlindungan perempuan dan anak, keterlibatan perempuan sebagai agen perdamaian juga perlu terus disuarakan. Perempuan dapat secara langsung memberikan pendidikan, menanamkan nilai-nilai toleransi dan cinta damai dalam lingkup terkecil keluarga. Tokoh perempuan bisa menyampaikan pesan perdamaian di berbagai platform. Selain itu, perempuan juga dapat mendukung proses pemulihan dan penyembuhan melalui kegiatan pemberdayaan sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” ujar Indra.
Menurut Indra, keterlibatan ini tidak lepas dari peran perempuan sebagai survivor, inisiator, dan mediator perdamaian, juga sebagai agen perubahan pada berbagai tingkatan, mulai dari lingkungan keluarga, hingga masyarakat luas.
“Melalui study visit ini, kami perlu menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif kelompok perempuan dalam masyarakat perlu didukung untuk menciptakan nilai-nilai perdamaian dan keadilan, sehingga perempuan dapat memperkuat pelaksanaan pembangunan di tingkat desa dan daerah. Upaya ini tentunya membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak, baik masyarakat sipil maupun pemerintah, baik nasional maupun internasional,” tutur Indra.
Wakil Bupati Sleman, Danang Raharsa mengatakan bahwa pihaknya sepakat bahwa program Desa Damai dapat menjadi rancangan induk dalam upaya menciptakan ketahanan masyarakat. Program Desa Damai ini juga selaras dengan visi dan misi Kabupaten Sleman, yaitu terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong.
“Untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sleman tidak terlepas dari pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pondasinya. Tentunya melalui Desa Damai ini, perempuan diharapkan dapat lebih berperan sebagai agen perubahan dan turut aktif dalam pengambilan keputusan di semua tatanan dalam rangka mewujudkan perdamaian dan ketahanan nasional,” ujar Danang.
Founder Wahid Foundation, Yenny Wahid, menjelaskan bahwa terdapat 4 (empat) pilar penting dari Desa Damai, diantaranya (1) pemberdayaan ekonomi, (2) pembangunan perdamaian dan pencegahan konflik sosial, (3) penguatan partisipasi kelompok perempuan, dan (4) menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
“Dengan berdirinya Desa Damai ini, kami percaya bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mencegah konflik sosial, menjaga perdamaian, dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan publik selama mereka memiliki peluang dan didukung dengan baik. Untuk itu, perempuan membutuhkan dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan dunia. Ketika perempuan sudah dikuatkan dan difasilitasi dengan baik, maka dampaknya akan luar biasa, bukan hanya untuk perempuan itu sendiri, melainkan untuk seluruh masyarakat,” ujar Yenny.
Pada kunjungan ini, para delegasi disambut dengan hangat dan disuguhi penampilan tarian tradisional dari para perempuan di Desa Damai Sinduharjo. Para delegasi juga diajak untuk turut berpartisipasi memainkan alat musik dan gerakan tarian tradisional tersebut.
Selain itu, pada acara ini terdapat sesi sharing beberapa praktik baik oleh beberapa tokoh di Desa Damai yang telah menerapkan program atau kegiatan terkait dengan 4 (empat) pilar Desa Damai. Sesi sharing ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para negara Anggota, untuk dapat menerapkan serta mendorong keterlibatan perempuan hingga tingkat akar rumput.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 05-07-2023
- Kunjungan : 955
-
Bagikan: