
Lindungi Perempuan dan Anak Papua dari Kekerasan
KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA
PRESS RELEASE
Lindungi Perempuan dan Anak Papua dari Kekerasan
Siaran Pers Nomor: 56/Humas KPP-PA/06/2016
Sentani, Jayapura (9/6) – Kedatangan Menteri Yohana Yembise di Sentani, Jayapura disambut antusias masyarakat lokal. Tak hanya masyarakat, jajaran pemerintah daerah setempat juga menyambut kedatangan Menteri. Disambut langsung Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Harry D, Menteri Yohana ikut gembira kedatangannya disambut hangat. Tak lama di Sentani dengan menggunakan pesawat perintis, Menteri langsung bertolak ke Kota Mulia. Kedatangan Menteri disambut Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Hinok Ibo. Menteri langsung mendapat pengalungan tas noken dan manik-manik, sebagai tanda ucapan selamat datang dari Bupati. Menteri Yohana pun membalas dengan memberikan bantuan untuk beberapa sekolah tingkat SMP berupa laptop, buku dan alat-alat tulis yang diberikan kepada Bupati Puncak Jaya, Hinok Ibo.
Pada kunjungannya Menteri Yohana ikut menyaksikan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-13 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-14 yang dihadiri kader PKK, Dasawisma dan anak-anak PAUD, guru dan tokoh masyarakat. Pencanangan dilakukan di monumen penampakan Roh Kudus. Pada kesempatan itu, Menteri berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga perempuan dan anak. Begitu pentingnya perempuan dan anak dalam sebuah keluarga agar tidak terjadi lagi kekerasan dalam rumah tangga. “Mari kita bersama-sama mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak mulai dari keluarga. Jangan ada lagi kekerasan fisik maupun psikis,” ujar Menteri Yohana
Di acara berikutnya, Rakornis PPPA dan pertemuan wanita bijak yang dihadiri peserta perwakilan dari seluruh kabupeten di Provinsi Papua dan Papua Barat, Menteri Yohana juga kembali mengingatkan, agar bersama-sama menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Mari kita tumbuhkan kesadaran bersama untuk menghentikan segala kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini bisa dilakukan dengan komitmen bersama untuk bersatu dalam sikap dan tekad oleh semua pihak dan elemen masyarakat,” ujar Menteri.
Menurutnya, Papua harus keluar dari permasalahan kekerasan perempuan dan anak. “Jangan sampai ada lagi suami pukul istri atau mengkhianati istri di rumah karena ini juga termasuk kekerasan psikis. Kita harus bersama-sama selamatkan generasi penerus Papua. Caranya dengan melindungi kaum perempuan dan anak.”
Saat ini, perempuan Papua terus mengalami banyak kemajuan karena beberapa model pemberdayaan perempuan seperti pemberdayaan di bidang ekonomi terus dilakukan. Mulai dari pengolahan makanan hingga kerajinan tangan. Model pemberdayaan perempuan di Papua nantinya oleh Menteri akan disebarkan dan dijadikan contoh untuk daerah lainnya.
Menurutnya, dengan model pemberdayaan berbasis kearifan lokal diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap perempuan dan anak di tanah Papua. Setelah membuka acara Rakornis PPPA, Menteri juga berkunjung ke kawasan sentral mulia dan berdialog langsung dengan para pedagang di sana.
HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3456239,
e-mail : humas.kpppa@gmail.com
- 09-06-2016
- Kunjungan : 3316
-
Bagikan: