
Menteri PPPA: Bangkitkan Ekonomi Perempuan Penyintas Bencana Gempa Bumi Cianjur
Siaran Pers Nomor: B- 138/SETMEN/HM.02.04/04/2023
Jakarta (5/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga kembali mengunjungi dan meninjau kondisi perempuan dan anak korban bencana alam gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tepatnya di Desa Sukamulya dan Desa Cibulakan. Menteri PPPA mengatakan sebagai perempuan penyintas bencana alam, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak khususnya Pemerintah dalam hal membangkitkan ekonomi dan memberdayakan perempuan agar mereka dapat kembali melanjutkan kehidupannya.
Dalam kesempatan mengunjungi Saung SAPA di Desa Sukamulya, Menteri PPPA melihat dan meninjau Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Penyintas Bencana di Desa Sukamulya. Pelatihan ini telah dikoordinasikan KemenPPPA dengan pihak-pihak terkait dan mitra, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur dan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI). Setelah ini, Menteri PPPA juga akan melihat Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Penyintas Bencana di Desa Cibulakan yang berfokus pada pelatihan daur ulang sampah dan pelatihan kuliner sekaligus meresmikan Saung SAPA Desa Cibulakan.
"Pemilihan pelatihan di Desa Sukamulya ini dilakukan setelah mendengar apa yang menjadi kebutuhan para perempuan di Desa Sukamulya. Harapan kami dengan pelatihan ini, selain dapat mengisi waktu luang ibu-ibu, juga diharapkan dapat menambah pendapatannya. Melalui pelatihan ini diharapkan juga dengan bimbingan APJI, para perempuan penyintas bencana dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki di desanya masing-masing, yang kemudian dapat diolah menjadi menu-menu, jajanan, dan aneka kue lainnya dengan cita rasa khas daerah. Selain itu, dengan pelatihan daur ulang sampah, kami juga mengharapkan dapat membantu upaya menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah-sampah anorganik yang kemudian di daur ulang dan bisa menghasilkan pendapatan masyarakat. Saya berharap pelatihan pemberdayaan perempuan penyintas bencana yang kita lakukan dapat menularkan semangat bagi kelompok perempuan rentan lainnya untuk dapat bangkit, mandiri dan lebih berdaya secara ekonomi," ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA mengatakan tujuan dibangunnya Saung SAPA adalah sebagai bentuk kehadiran pemerintah melalui KemenPPPA dalam melakukan pendampingan, khususnya bagi para perempuan dan anak penyintas bencana dan mendorong aktifitas-aktifitas positif yang dapat meningkatkan produktivitasnya pasca terjadinya bencana gempa bumi beberapa waktu yang lalu, melalui program-program pemberdayaan dan resiliensi terhadap anak.
"Saya bersyukur bahwa saat ini telah terbangun Saung SAPA di Desa Cibulakan, ini merupakan Saung SAPA kedua setelah dibangun di Desa Sukamulya. Saung SAPA ini didirikan karena komitmen berbagai pihak, yang memiliki kepedulian yang tinggi di dalam memastikan para penyintas bencana dapat kembali bangkit dan menyongsong masa depan yang lebih cerah setelah mengalami bencana yang berdampak tidak hanya materil, namun juga trauma yang mendalam," ungkap Menteri PPPA.
Menteri PPPA mengatakan Saung SAPA yang telah dibangun agar dapat dioptimalkan pemanfaatannya oleh masyarakat, terutama oleh perempuan dan anak terdampak bencana untuk melakukan aktivitas, diantaranya layanan dukungan psikososial dan pemberdayaan perempuan di area hunian darurat. Menteri PPPA juga berharap agar Saung SAPA dapat direplikasi tidak hanya di Cianjur saja, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia lainnya, yang ke depannya dapat berfungsi serbaguna bagi masyarakat untuk memberikan penguatan dan pemberdayaan komunitas yang terdampak bencana terutama dalam perlindungan untuk perempuan dan menciptakan ruang ramah anak yang dapat menjadi tempat untuk berbagi informasi, pengalaman, dan ilmu pengetahuan lainnya.
"Saung SAPA dapat difungsikan sebagai tempat pelatihan dan peningkatan bakat para ibu-ibu, serta dapat dijadikan sebagai tempat untuk berlatih membuat kue, menjahit, menyulam dan lain-lain. Jika diperuntukkan bagi anak, saung ini dapat dijadikan tempat untuk belajar sambil bermain yang lebih nyaman dan ramah bagi anak," imbuh Menteri PPPA.
Menteri PPPA mengungkapkan dalam menginisiasi pembangunan Saung SAPA ini, KemenPPPA melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, mitra pembangunan seperti Americares, Yayasan Pulih dan UNFPA. Menteri PPPA mengungkapkan saat ini juga masih dalam proses pembangunan Saung SAPA selanjutnya di Desa Ciebeureum dengan fungsi dan manfaat yang nantinya sama dengan dua saung SAPA yang sudah dibangun sebelumnya.
Diakhir rangkaian kegiatan di masing-masing desa, Menteri PPPA menyerahkan secara simbolis bantuan spesifik bagi perempuan dan anak sebanyak 50 paket di Desa Sukamulya dan 100 paket di Desa Cibulakan serta masing-masing 2 paket recreational kit di dua desa tersebut. Selain itu, minta KemenPPPA yakni APJI memberikan bantuan 3 set alat membuat kue dan sejumlah bantuan berupa sembako untuk kedua desa tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Anggota Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka yang bersama-sama Menteri PPPA berdialog dan mendengarkan apa saja yang menjadi kebutuhan perempuan penyintas bencana di kedua desa tersebut. Diah mendengarkan keluhan masyarakat kedua desa tersebut terkait dengan hunian dan aturan uang ganti rugi kerusakan rumah yang masih belum selesai. Diah mengatakan akan segera mengkoordinasikan terkait apa saja yang dibutuhkan dan keluhan dari masyarakat kedua desa tersebut kepada pihak-pihak terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 05-04-2023
- Kunjungan : 1270
-
Bagikan: