
Menteri PPPA Dukung PIMTI Tingkatkan Potensi ASN Perempuan
Siaran Pers Nomor: B- 182/SETMEN/HM.02.04/5/2023
Jakarta (14/5) – Mengatasi masalah perempuan dan anak di Indonesia yang sangat kompleks, bukan hanya memerlukan pemimpin, pemikir, dan pelaksana yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni, namun juga perspektif gender yang baik. Peran dan partisipasi aparatur sipil negara (ASN) perempuan sangat dibutuhkan untuk mengisi perspektif gender dalam pembangunan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan partisipasi ASN perempuan merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan cita-cita negara.
“ASN, khususnya ASN perempuan, merupakan think tank untuk mencari solusi atas persoalan sosial, melalui pemikiran dan ide-ide untuk merumuskan atau memformulasi kebijakan dan program yang lebih adil dan inklusif untuk semua kelompok,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Rapat Koordinasi Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan Indonesia (PIMTI) Tahun 2023 di Pusat Diklat Pengawas, BPKP, Bogor (13/5).
Menteri PPPA memandang realita yang ada di Indonesia, posisi perempuan di tampuk kepemimpinan diibaratkan seperti piramid yang semakin mengecil ke atas. Masih kurang representatif.
“Perempuan belum banyak di posisi tinggi atau pimpinan. Bukan hanya alasan perempuan tidak memanfaatkan peluang di depan mata, tapi juga banyak karena faktor eksternal, seperti faktor patriarki yang masih kental di masyarakat kita,” jelas Menteri PPPA.
Sebagai mitra terdekat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Menteri PPPA berharap PIMTI dapat turut mendorong peningkatan kapasitas dan potensi perempuan terutama di jajaran ASN.
“Pejabat Eselon Satu (1) baru 16%, Eselon Dua (2) justru lebih sedikit. Ini miris sekali. Saya harapkan dengan terbentuknya PIMTI maka akan ada program nyata untuk mengadvokasi ASN perempuan agar tidak ragu bersaing dan mengisi jabatan atau posisi tinggi dalam pekerjaan. Diharapkan kuota 30% pemimpin perempuan dapat kita wujudkan di jajaran ASN,” tutur Menteri PPPA.
Salah satu Pembina PIMTI, Winarni Monoarfa menjelasakan bahwa PIMTI dibentuk untuk menjawab tantangan dan peluang kemajuan yang menuntut perempuan untuk berdaya dan tangguh terutama bagi ASN perempuan.
"Sesuai visi dan misi PIMTI, kita ingin berkontribusi untuk turut meningkatkan kapasitas ASN perempuan dengan memberikan bimbingan teknis dari sisi kompetensi dan manajerial, terutama agar mereka bisa meningkat dalam jabatan dan posisinya di pekerjaan yang tentunya akan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Ketua Presidium Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan Indonesia (PIMTI) Lenny Rosalin.
Rapat Koordinasi PIMTI juga dihadiri Kepala BPKP RI, dan menyampaikan dukungannya untuk terus mendorong peran ASN perempuan khususnya di lingkungan BPKP.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 15-05-2023
- Kunjungan : 866
-
Bagikan: