
Menteri PPPA : Pemberian Layanan Psikososial Wujud Upaya KemenPPPA Menyediakan Layanan bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus
Siaran Pers Nomor: B-234/SETMEN/HM.02.04/6/2023
Bali (20/6) – Komitmen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam menjalankan fungsi implementatif, terus diwujudkan melalui berbagai upaya dan implementasi nyata. KemenPPPA bersama Yayasan Pasraman Gurukula Bangli, melaksanakan kegiatan Pemberian Layanan Psikososial di Pasraman Gurukula Bangli pada Senin (19/6), yang dihadiri dan diapresiasi secara langsung oleh Menteri PPPA, Bintang Puspayoga sebagai salah satu upaya dalam penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat nasional dan internasional.
“Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2020 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengamanatkan KemenPPPA sebagai penyedia layanan rujukan akhir bagi perempuan korban kekerasan yang memerlukan koordinasi tingkat nasional, lintas provinsi, dan internasional, dan penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat nasional dan internasional. Momentum kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya kami dalam menjalankan fungsi tersebut,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA kemudian mengapresiasi Yayasan Pasraman Gurukula Bangli, atas komitmennya yang tinggi dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, melalui jejaring yang sudah dibangun dengan baik, dan sangat komprehensif dari sisi pendidikan, pengembangan, dan pendampingan anak. Ia juga menegaskan agar konsep yayasan terus berjalan dengan baik, maka dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas apa yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Pasraman Gurukula Bangli, bahwa Yayasan telah memiliki komitmen tinggi dalam upaya pemenuhan hak anak dan juga perlindungan anak. Saya melihat jejaring yang sudah dibangun luar biasa, sangat komprehensif sekali dari sisi pendidikan, pengembangan dan pendampingan anak-anak yang ada di yayasan ini. Untuk itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk bergotong-royong mengembangkan konsep ini, sehingga apa yang menjadi visi misi dari yayasan ini dapat diimplementasikan dan direalisasikan dengan baik,” tutur Menteri PPPA.
Menteri PPPA juga mengapresiasi pihak Universitas Warmadewa yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kerjasama ini juga menjadi salah satu tindak lanjut hasil Nota Kesepahaman antara KemenPPPA dan Universitas Warmadewa, dengan tujuan : (1) menyinergikan program dan kegiatan dalam rangka optimalisasi peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; dan (2) untuk meningkatkan efektivitas, koordinasi, dan kerja sama dalam upaya optimalisasi peran tri dharma perguruan tinggi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Dalam Pemenuhan Hak Anak, yang terdiri dari hak hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk mendapatkan perlindungan, dan hak partisipasi tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tuanya saja, tapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak. Semua anak adalah anak kita, semua anak adalah anak Indonesia,” ujar Menteri PPPA.
Selanjutnya, Menteri PPPA membuka sesi dialog interaktif yang disambut antusias oleh anak – anak yang hadir. Pada sesi dialog interaktif tersebut, Menteri PPPA banyak menjawab dan menjelaskan hal – hal yang ditanyakan oleh anak – anak seputar isu anak terlantar, cara menghindari pengaruh buruk remaja di zaman keterbukaan informasi, menyikapi pelecehan seksual yang kerap terjadi pada perempuan, hingga hak – hak anak.
Pada kesempatan ini, terdapat penyerahan paket bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik khusus anak, paket bantuan peralatan sekolah, paket sembako, serta peralatan makan dari KemenPPPA. Selain itu, juga terdapat penyerahan bantuan ikan segar dan ikan olahan, sebanyak total 85 kg dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar. Bantuan ini diperuntukkan bagi Yayasan Pasraman Gurukula Bangli, dan Yayasan Peduli Anak Kanker Indonesia (YPAKI).
Kepala BKIPM Denpasar yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sub Koordinator Tata Pelayanan BKIPM Denpasar, I Nyoman Suardana, menyampaikan bahwa Angka Konsumsi Ikan Nasional ditargetkan akan naik menjadi 62,5 kg per kapita per tahun 2024 untuk memenuhi gizi masyarakat dan menghindari stunting.
“Untuk mengakselerasi target nilai konsumsi ikan ini, tentu harus dibarengi dengan penyediaan ikan sehat dan bermutu, dimana ikan sehat merupakan ikan dengan kandungan gizi ikan sehat meliputi 18% protein yang terdiri dari asam amino esensial, dan asam amino non esensial. Kandungan lemaknya 1-20%, terdiri atas lemak jenuh dan asam mengandung asam lemak tidak jenuh. Pada hari ini, kami menyerahkan ikan sehat dan bermutu, sebanyak kurang lebih 85 kg paket ikan segar dan ikan olahan,” ujarnya.
Acara Pemberian Layanan Psikososial di Pasraman Gurukula Bangli ini turut dihadiri oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, dan Rektor Universitas Warmadewa, Periode 2023 – 2027, I Gde Suranaya Pandit. Adapun layanan psikososial yang diberikan, meliputi 5 (lima) jenis permainan, diantaranya : (1) Permainan ALKATRAZ, yaitu bermain teka – teki menggunakan langkah kaki dalam melewati jebakan; (2) Permainan Karpet Alladin, yaitu membawa air dalam gelas dengan melewati rintangan; (3) Permainan Langkah Domino, dimana pemain akan diberikan sejumlah papan yang digunakan sebagai alat untuk berpindah posisi ke titik yang sudah ditentukan; (4) Permainan Blind Maze, dimana pemain akan diminta untuk melalui labirin dalam kondisi mata tertutup; dan (5) Permainan Sepit – sepitan, dimana pemain diminta untuk memindahkan kelereng menggunakan sumpit dari satu titik ke titik yang sudah ditentukan.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 20-06-2023
- Kunjungan : 606
-
Bagikan: