
Kemen PPPA Luncurkan Kampanye BERLIAN, Perkuat Gerakan Nasional Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak
Siaran Pers Nomor:B-296/SETMEN/HM/02.04/7/2026
Jakarta (6/7) - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali menggelorakan Kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai gerakan kolaboratif untuk menjadikan Bulan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia. Melalui kampanye ini, Kemen PPPA mengajak seluruh elemen bangsa menghadirkan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak sebagai tindak lanjut Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengapresiasi langkah Kemen PPPA yang kembali menggelorakan Kampanye BERLIAN sebagai bagian dari penguatan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak. Menurutnya, perubahan struktur keluarga, urbanisasi, hingga perkembangan teknologi digital membuat tantangan pengasuhan dan perlindungan anak semakin kompleks sehingga diperlukan keterlibatan seluruh pihak untuk menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
"Terima kasih atas inisiatif yang luar biasa ini. Kita memiliki komitmen yang sama untuk melindungi anak dengan menghadirkan ruang yang aman dan nyaman. Tantangan pengasuhan hari ini semakin berat karena struktur keluarga berubah, urbanisasi meningkat, dan orang tua semakin banyak yang bekerja. Karena itu, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan keluarga. Mari bersama melindungi anak di berbagai ruang, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital. Semua ruang yang diakses anak harus kita jaga agar benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman," ujar Menko PMK.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan Kampanye BERLIAN merupakan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Bulan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia. Menurut Menteri PPPA perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar anak memperoleh haknya untuk tumbuh, berkembang, terlindungi, dan berpartisipasi secara optimal.
"Kampanye BERLIAN adalah ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Bulan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia. Melalui kampanye ini, kita ingin memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dunia usaha, media, Forum Anak, berbagai kementerian/lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA menegaskan, Kampanye BERLIAN menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak di setiap ruang kehidupan, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital. Selain mendorong penguatan pola pengasuhan yang positif, kampanye ini juga mengedepankan edukasi publik, penguatan sistem respons terhadap kekerasan, serta peningkatan partisipasi anak dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan terbaik mereka.
"Melalui Kampanye BERLIAN, kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan, bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, maupun perkawinan anak, serta memperoleh pengasuhan yang positif dari keluarga, dunia pendidikan, dan lingkungan masyarakat. Kita juga ingin mendengar suara anak dan melibatkan mereka dalam setiap upaya perlindungan sehingga anak merasa diperhatikan, didengar, dan dihargai. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kita dapat mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Menteri PPPA.
Peluncuran Kampanye BERLIAN ditandai dengan permainan otok-otok sebagai simbol dimulainya gerakan kolaboratif dalam menghadirkan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak. Semangat tersebut diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama dan penulisan harapan pada Wall of Fame, yang mencerminkan dukungan dan partisipasi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang melindungi setiap anak Indonesia.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Suharti, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Ketua KPAI Aris Adi Leksono, perwakilan Bareskrim Polri, Kantor Staf Presiden, organisasi keagamaan, mitra pembangunan, media massa, serta Forum Anak Nasional sebagai bentuk komitmen bersama menghadirkan ruang yang aman, ramah, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 07-07-2026
- Kunjungan : 535
-
Bagikan: