
Menteri PPPA: Pengarusutamaan Gender Bukan Hanya Isu Perempuan, Melainkan Pendekatan Pembangunan yang Inklusif
Siaran Pers Nomor: B-94/SETMEN/HM.02.04/07/2026
Jakarta (6/7) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi mengatakan pengarusutamaan gender bukan sekadar isu perempuan, melainkan sebuah pendekatan pembangunan untuk memastikan tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal. Oleh karena itu, perspektif gender harus terintegrasi secara nyata mulai dari tahapan kebijakan, program, penganggaran, hingga evaluasi pembangunan di seluruh sektor.
“Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat, termasuk perempuan dan anak. Karena itu, perspektif gender dan pemenuhan hak anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan. Kemen PPPA terus mendorong pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak agar seluruh kebijakan, program, dan anggaran pembangunan benar-benar responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak,” ujar Menteri PPPA dalam Afternoon Tea Talkshow Satu Abad Rahmi Hatta, di Jakarta, Rabu (1/7).
Menteri PPPA menambahkan fondasi kesetaraan dan keteladanan perempuan telah mengakar kuat dalam sejarah perjuangan bangsa. Perempuan Indonesia telah terbukti memberikan kontribusi besar, baik di ruang publik maupun melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Ibu Rahmi Hatta, yang tidak hanya meninggalkan jejak sejarah, tetapi juga warisan nilai-nilai kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini, seperti integritas, kesederhanaan, semangat belajar sepanjang hayat, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai luhur ini dinilai selaras dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Marilah kita jadikan peringatan satu abad Ibu Rahmi Hatta sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Semoga semangat keteladanan dan nilai-nilai luhur Ibu Rahmi Hatta akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia hari ini dan masa mendatang,” kata Menteri PPPA.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Jakarta Pusat, Eric Phahlevi Zakaria Lumbun menyampaikan perayaan satu abad Ibu Rahmi Hatta menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali nilai-nilai warisan bagi generasi muda di tengah tantangan zaman. Eric berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Jakarta, khususnya kaum perempuan untuk terus berpartisipasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Mari jadikan ini sebagai pengingat bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tapi juga dijaga. Nilai-nilai luhur Ibu Rahmi Hatta harus hidup di dalam hati kita, menemani langkah kita menuju Jakarta yang maju dan berbudaya,” tutup Eric.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 06-07-2026
- Kunjungan : 601
-
Bagikan: