
Berdialog Dengan Kader Sekolah Perempuan, Menteri PPPA Dukung Keterlibatan Perempuan Dalam Pembangunan
Siaran Pers Nomor: B- 129 /SETMEN/HM.02.04/03/2022
Nusa Tenggara Barat (11/03) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendukung peran perempuan dalam pembangunan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sekolah Perempuan. Dengan pembelajaran, pendampingan dan praktik nyata yang didapatkan kader Sekolah Perempuan, para perempuan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan ibu pekerja mampu membawa perubahan yang signifikan pada ketahanan ekonomi keluarga, membawa perubahan di desa sebagai kepala desa, hingga berkontribusi sebagai anggota Badan Perwakilan Daerah (BPD).
Dalam kunjungannya ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (07/03), Menteri PPPA melakukan dialog dengan para kader sekolah perempuan dan mendengarkan pencapaian mereka setelah bergabung dengan Sekolah Perempuan.
“Upaya kami di sekolah perempuan ini salah satunya melakukan advokasi terkait Peraturan Desa (Perdes) Pendewasaan Usia Pernikahan yang sudah terbentuk di tahun 2018 dan diperbaiki pada tahun 2021 menjadi Perdes Pencegahan Perkawinan Anak. Saya dan teman-teman melakukan advokasi dan sosialisasi di sekolah-sekolah dan kesempatan lain yang ada. Dalam sosialisasi kami menyampaikan dampak yang ditimbulkan akibat perkawinan anak, diantaranya dampak kesehatan reproduksi, ekonomi dan pendidikan,” ungkap Ketua Sekolah Perempuan “Berdaya” Desa Pijot, Herlina Effendi.
Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa Pijot, Suhaini Suli menyampaikan pengalaman terpilihnya dirinya sebagai anggota BPD. Dari banyak kandidat yang mencalonkan diri, Suhaini berhasil terpilih menjadi anggota perempuan satu-satunya diantara sembilan anggota lain. Suhaini menyampaikan perannya dalam memperjuangkan aspirasi perempuan, seperti mengajak para perempuan untuk ikut terlibat dalam pembangunan desa dan meyakinkan anggota BPD lain untuk memprioritaskan kegiatan positif perempuan, memberikan dukungan UMKM dan menyediakan pemeriksaan reproduksi gratis.
Dari sisi pengelola pengaduan di Desa Pijot, Mahnun menyampaikan ramainya jumlah pengaduan yang masuk mencapai 450. Dari total aduan yang diterima, jenis-jenis pengaduan berkaitan dengan kasus KDRT, perkawinan anak, pembuatan Adminduk (administrasi kependudukan), perselisihan warga dan berbagai permasalahan lain. Mahnun mengaku salah satu tantangan terberat yang dihadapi saat ini adalah berkenaan dengan penyelesaian permasalahan perkawinan anak dikarenakan minimnya dukungan orang tua korban yang merasa terbebani secara ekonomi.
Berkenaan dengan perempuan wirausaha, Pelaku UMKM dan alumni Pelatihan Kewirausahaan Berperspektif Gender yang diselenggarakan KemenPPPA, Kapal Perempuan dan LPSDM (Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra) turut menyampaikan keberhasilannya dalam mengelola usaha.
“Usaha yang saya kembangkan adalah kue kering dan abon ikan. Saat ini usaha saya dibantu oleh 20 orang karyawan perempuan dan memiliki omset penjualan mencapai satu juta rupiah perhari,” ungkap Nurtimah.
Masih dalam sektor pangan, Anggota Sekolah Perempuan “Berdaya” Desa Pijot, Munaini turut menceritakan pengalamannya sebagai fasilitator Gerakan Pangan Desa yang ditunjuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan anak-anak di sekolah untuk agar lebih paham mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan sehat.
Sepak terjang para perempuan tangguh di Sekolah Perempuan “Berdaya” Desa Pijot banyak memberikan inspirasi kepada para perempuan di desa untuk ikut serta dalam pembangunan. Meski begitu tantangan dari masyarakat dan penolakan dari masyarakat adat yang masih kuat memegang teguh budaya patriarki tidak jarang mereka temui.
Para Anggota Sekolah Perempuan berharap pemerintah dapat turut serta memberikan dukungan, memfasilitasi dan saling bersinergi untuk membantu para perempuan terus tumbuh guna mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka, keluarga dan masyarakat.
“Saya sangat bangga dengan keterlibatan dan pencapaian para ibu-ibu disini. Di momentum Hari Perempuan Internasional ini saya sangat mengharapkan sesama perempuan saling mendukung, sesama perempuan saling menginspirasi, sehingga kita bisa mewujudkan perempuan-perempuan yang berdaya,” tutup Menteri PPPA.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 08-03-2022
- Kunjungan : 1249
-
Bagikan: