
Dorong Kesetaraan Gender, Pemerintah Canangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan
Siaran Pers Nomor: B-121/SETMEN/HM.02.04/04/2026
Jakarta (1/4) – Pemerintah resmi mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan sebagai langkah strategis dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui sektor pendidikan. Pencanangan ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
“Momentum hari ini tentunya bukan sekadar seremonial, tapi harus kita maknai sebagai titik tolak gerakan nasional. Saya berharap Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan menjadi awal dari gerakan besar yang berkelanjutan dan diwujudkan dalam aksi nyata kebijakan yang berpihak, serta perubahan cara pandang dalam masyarakat. Mari kita wujudkan pendidikan yang adil dan inklusif, kesempatan yang setara, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh perempuan Indonesia karena kita semua meyakini tidak ada pembangunan yang berkualitas tanpa kesetaraan gender,” ujar Menteri PPPA.
Menurut Menteri PPPA, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pengarusutamaan gender sebagai strategi nasional dalam pembangunan. Pengarusutamaan gender memastikan perempuan dan laki-laki memiliki akses partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam seluruh proses pembangunan.
“Dalam ranah pendidikan, implementasi pengarusutamaan gender diwujudkan melalui beberapa hal, yaitu penguatan kebijakan dan perencanaan yang responsif gender; transformasi kurikulum dan bahan ajar; penciptaan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif; peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan; serta perluasan akses dan partisipasi perempuan, khususnya dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik (Engineering), dan Matematika (STEM),” jelas Menteri PPPA.
Lebih lanjut, Menteri PPPA menekankan keberhasilan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. “Kemen PPPA berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, mendorong implementasi pengarusutamaan gender hingga ke tingkat daerah, dan memastikan perlindungan perempuan dan anak sebagai prioritas dalam pembangunan nasional,” imbuh Menteri PPPA.
Menko PMK menyebutkan kesetaraan gender merupakan salah satu isu lintas sektor yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh Kementerian/Lembaga. “Acara hari ini adalah bukti bahwa kami di kabinet senantiasa berkolaborasi untuk menyelesaikan satu masalah dan menjalankan satu agenda yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia secara lintas sektor,” tutur Menko PMK.
Sejalan dengan hal tersebut, Mendikdasmen mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada para perempuan untuk memeroleh pendidikan dan kesempatan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Hal ini sesuai dengan Asta Cita terkait penguatan sumber daya manusia dan juga pengarusutamaan gender.
“Memang tidak mudah karena masih ada kendala di lapangan. Sebagian berkaitan dengan aspek teologis yang berimplikasi pada posisi subordinat perempuan. Kedua, ada kendala kultural di mana perempuan sering kali dianggap sebagai second class gender. Mitos-mitos ini harus kita hapuskan dari dunia pendidikan agar perempuan mendapatkan ruang aktualisasi yang lebih luas, kesempatan mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya yang dijamin oleh konstitusi,” ujar Mendikdasmen.
Mendikdasmen menambahkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan diharapkan dapat mendorong peningkatan gerakan literasi. “Esensinya adalah bagaimana kita memberikan pemberdayaan dan ruang aktualisasi yang lebih luas lagi dan afirmasi untuk memperkuat pendidikan bagi kaum perempuan. Baru pertama kali kita selenggarakan tahun ini, ketika peringatan Hari Kartini tidak hanya dihiasi dengan sanggul dan kebaya, tapi dihiasi dengan karya-karya sastra dan berbagai tulisan dari anak Indonesia tentang perempuan dan peranannya yang luar biasa,” pungkas Mendikdasmen.
Aktivitas yang dilaksanakan selama bulan April, antara lain bedah buku, lomba menulis cerpen, lomba menulis esai, lomba video kreatif mendongeng, penyusunan buku antologi cerpen berbahasa daerah, sayembara cerita anak Indonesia, siniar bertemakan Kartini, serta penyusunan bahan ajar pemberdayaan perempuan di bimbingan teknis pendidikan kecakapan kerja dan kecakapan wirausaha.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 01-04-2026
- Kunjungan : 132
-
Bagikan: