
Kemen PPPA Apresiasi Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN sebagai Investasi Generasi Masa Depan
Siaran Pers Nomor: B-479/SETMEN/HM.02.04/11/2025
Jakarta (28/11) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengapresiasi upaya Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (DP KORPRI) Nasional dalam mengutamakan perlindungan dan pemenuhan hak kesehatan perempuan. Dalam kegiatan peluncuran Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Menteri PPPA berharap ASN menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.
“Dari sisi kesehatan publik, program ini menjadikan ASN sebagai teladan nasional dalam pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV. Program ini juga menunjukkan perlindungan negara terhadap perempuan sekaligus memperkuat keadilan gender dengan menempatkan laki – laki sebagai bagian penting dari solusi,” ujar Menteri PPPA.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia setiap tahunnya. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan populasi perempuan berada di angka 49,9% dan populasi anak mencapai angka 31,7% di Indonesia.
“Angka ini menempatkan perempuan dan anak sebagai kelompok strategis untuk mewujudkan generasi yang berkualitas. Vaksinasi HPV adalah investasi jangka panjang karena kesehatan perempuan berpengaruh langsung pada kualitas keluarga dan generasi masa depan. Program ini menunjukkan langkah pemerintah sebagai pelopor pencegahan kanker serviks dan diharapkan memicu efek berantai agar masyarakat ikut bergerak,” pungkas Menteri PPPA.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DP KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN merupakan inisiatif KORPRI yang sejalan dengan tugas organisasi dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ASN.
”Kesehatan 5,5 juta ASN dan keluarganya adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga. Pelaksanaan kegiatan hari ini dihadiri oleh 150 ASN dari berbagai kementerian/lembaga dan akan dilanjutkan ke berbagai daerah hingga Februari 2026 mendatang,” ungkap Zudan.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN merupakan upaya memberikan aset dan perlindungan bagi masa depan perempuan dan anak Indonesia.
“Jika 90% perempuan dan anak di bawah 15 tahun mendapatkan vaksin HPV, maka pada tahun 2030 kita dapat mengeliminasi atau menurunkan angka kanker serviks hingga mendekati nol di Indonesia. ASN yang sehat adalah aset negara yang akan bekerja lebih profesional dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Dante.
Dalam sesi Stadium General, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar menyampaikan langkah pencegahan kematian akibat kanker serviks dapat ditempuh melalui 3 langkah, yaitu pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan.
”Kanker serviks adalah penyumbang terbesar dalam angka kanker yang menyerang wanita. Jika terlambat dideteksi, risiko kematian dapat mencapai lebih dari 60%. Pencegahan menjadi langkah utama dan vaksinasi adalah satu-satunya cara. Vaksin HPV telah disahkan BPOM RI setelah melewati 3 tahap uji klinis untuk memastikan dosis dan keamannya,” pungkas Taruna.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 28-11-2025
- Kunjungan : 112
-
Bagikan: