
Kemen PPPA Fasilitasi Pelatihan AI untuk Dukung Layanan Publik yang Responsif Perempuan dan Anak
Siaran Pers Nomor: B-000/SETMEN/HM.02.04/5/2026
Jakarta (8/5) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI bekerja sama dengan program GARUDA AI for Microsoft Elevate menyelenggarakan webinar pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi lebih dari 500 ASN lintas instansi secara daring. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas ASN dalam menghadapi transformasi digital, khususnya untuk mendukung layanan publik yang lebih responsif terhadap perempuan dan anak.
“Transformasi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan besar di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik,” ujar Dian Rahmawati, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Organisasi Kemen PPPA pada pelatihan Artificial Intelligence (AI), Kamis (7/5).
Sebagai mitra pelaksana kegiatan, Kemen PPPA mendorong pemanfaatan teknologi AI agar mampu mendukung layanan perlindungan perempuan dan anak yang lebih efektif, adaptif, inklusif, dan berbasis data. Pelatihan ini juga memperkuat pemahaman ASN mengenai etika, bias, risiko penggunaan AI, serta pentingnya perlindungan data sensitif dalam pelayanan publik.
“Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita dituntut tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai enabler untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, inklusif, dan berkeadilan. Di Kementerian PPPA, pemanfaatan AI memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak,” tutur Dian Rahmawati.
Dalam sesi pembelajaran, peserta diperkenalkan pada potensi pemanfaatan AI dalam mendukung layanan perlindungan perempuan dan anak yang lebih responsif dan berbasis data. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu klasifikasi laporan pengaduan, mengidentifikasi pola kekerasan, menganalisis tren kasus, hingga membantu memprioritaskan kasus yang membutuhkan penanganan lebih cepat. Peserta juga memahami bagaimana AI dapat membantu membaca ribuan laporan pengaduan dan mengenali kata kunci yang menunjukkan tingkat risiko tinggi.
“Kelompok perempuan dan anak memiliki kerentanan serta kebutuhan spesifik yang harus direspons secara tepat, sensitif, dan berbasis data. Karena itu, pelatihan ini menjadi sangat relevan dan penting dalam mendukung penguatan kapasitas ASN di era transformasi digital,” tambah Dian Rahmawati.
Selain potensi pemanfaatannya, peserta turut dibekali pemahaman mengenai pentingnya perlindungan data sensitif perempuan dan anak, risiko kesalahan klasifikasi, serta aspek privasi dan keamanan data. Dalam implementasinya, AI juga ditekankan sebagai alat bantu yang tidak dapat menggantikan empati dan peran manusia dalam pelayanan publik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program GARUDA AI for Microsoft Elevate, yaitu pelatihan AI gratis bersertifikat yang ditujukan bagi ASN di seluruh Indonesia, dengan target menjangkau lebih dari 145.000 ASN dan 5.000 AI Policy Makers hingga 2026. Program ini berfokus membantu ASN memahami, mempraktikkan, dan mengintegrasikan AI dalam tugas sehari-hari guna mewujudkan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan inovatif.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 08-05-2026
- Kunjungan : 164
-
Bagikan: