
Kemen PPPA, Kemendikdasmen, dan Tanoto Foundation Luncurkan Buku Cerita Anak “Misi untuk Raka” untuk Dorong Aktivitas #SeruTanpaLayar
Siaran Pers Nomor: B-202/SETMEN/HM.02.04/5/2026
Jakarta (13/5) – Perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga, termasuk bagi anak usia dini. Namun, akses terhadap gawai yang semakin mudah juga menghadirkan tantangan baru dalam tumbuh kembang anak. Menjawab tantangan ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Tanoto Foundation meluncurkan buku cerita anak berjudul “Misi untuk Raka”, di aula Kemen PPPA, Jakarta, pada Rabu (13/5).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dan lingkungan dalam mendampingi anak di era digital. Menurut Menteri PPPA, buku “Misi untuk Raka” hadir sebagai instrumen edukatif untuk membantu orang tua dan anak membangun dialog serta menemukan kembali kegembiraan dalam aktivitas fisik dan interaksi langsung yang menyenangkan.
“Saat ini kita menghadapi tantangan besar dalam pengasuhan anak, terutama di era digital. Teknologi dan gadget tidak mungkin dihindari, sehingga yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan manfaat penggunaannya bagi anak. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi dan alternatif kegiatan yang positif, sehingga mengurangi penggunaan gadget pada anak,” ujar Menteri PPPA.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, ketiga pihak menghadirkan buku cerita bergambar bagi anak usia 3–8 tahun yang tidak hanya mendorong aktivitas tanpa gawai, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi penggunaan gawai secara bijaksana di rumah. Tanpa pendampingan dan pengelolaan yang tepat, penggunaan gawai berisiko mengurangi pemenuhan kebutuhan dasar anak akan aktivitas fisik, interaksi sosial, eksplorasi lingkungan, dan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
“Tanggung jawab ini tidak bisa hanya dibebankan kepada guru, tetapi juga memerlukan peran orang tua, masyarakat, institusi pendidikan, dunia usaha, hingga media. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan ruang dan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak melalui peluncuran buku cerita bergambar Misi untuk Raka, yang mengajak anak menikmati kebersamaan tanpa gadget dan tanpa layar,” tambah Menteri PPPA.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 menunjukkan 39,71 persen anak usia dini telah mengakses dunia digital lebih dari dua jam per hari. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan durasi penggunaan layar bagi anak usia 2–6 tahun maksimal hanya satu jam per hari, dengan pendampingan orang tua.
Situasi tersebut menunjukkan pendekatan pengasuhan tidak cukup hanya fokus pada pembatasan penggunaan gawai. Anak juga perlu diperkenalkan pada alternatif aktivitas yang menyenangkan, bermakna, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Orang tua dan pengasuh pun membutuhkan media edukasi yang dapat membantu membangun interaksi positif bersama anak di era digital.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Kemendikdasmen, Rita Pranawati, menyampaikandalam konteks pendidikan tantangannya adalah memastikan agar penggunaan teknologi tidak menggeser pengalaman belajar anak yang seutuhnya. Anak perlu bergerak, mencoba, berinteraksi, dan merefleksikan pengalaman yang mereka alami.
“Teknologi, terutama gawai perlu ditempatkan secara proporsional sebagai alat bantu, bukan sebagai pusat belajar, pusat aktivitas, apalagi pusat perhatian emosional anak. Saat ini kita melihat banyak anak lebih sering berinteraksi dengan gawai. Namun, melarang penggunaan ponsel saja bukan solusi yang mudah, maka kita perlu menyediakan alternatif kegiatan. Buku cerita bergambar ‘Misi untuk Raka’ ini semoga menginspirasi para orang tua, anak, dan kita semua serta menerapkannya ke dalam kebiasaan sehari-hari,” tutur Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Kemendikdasmen, Rita Pranawati.
Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pengasuh dan penyediaan alternatif aktivitas tanpa gawai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Teknologi telah menjadi bagian dari kegiatan keseharian keluarga. Namun, anak usia dini tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, membaca, berkarya, dan membangun interaksi sosial secara nyata. Karena itu, melalui buku ini kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih positif, yaitu tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga memperkenalkan aktivitas alternatif yang menyenangkan dan bermakna bagi anak,” ujar Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry.
Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan dan kesehatan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, sebelumnya telah meluncurkan tiga Buku Cerita Anak SIGAP bersama Kemen PPPA dan Kemendikdasmen. Buku-buku tersebut yaitu “Rubrik Unik Korona” yang menjadi sarana edukasi mengenai pandemi pada tahun 2021, “Saat Noni Datang” yang mengangkat tema edukasi emosi dan perasaan pada 2022, dan “Bisa atau Tidak, Ya?” yang mendorong tumbuhnya kemandirian pada anak sejak usia dini di tahun 2024.
“Buku-buku ini menjadi bukti nyata dari komitmen kami dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pengasuhan dan literasi anak,” tutup Eddy.
Sebagai buku seri keempat, “Misi untuk Raka”mengangkat empat aktivitas utama #SeruTanpaLayar, yaitu bergerak, berbuat baik, membaca, dan berkarya. Buku ini juga dilengkapi tips praktis bagi orang tua melalui prinsip 3S: screen time, screen break, dan screen zone untuk membantu menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat dan seimbang di rumah.
Untuk menjangkau anak-anak dan keluarga di seluruh Indonesia, buku “Misi untuk Raka” tersedia dalam format cetak dan dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Tanoto Foundation di www.tanotofoundation.org.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 13-05-2026
- Kunjungan : 142
-
Bagikan: