
Kemen PPPA Libatkan Peran Anak Dalam Pencegahan Stunting
Siaran Pers Nomor: B-083/SETMEN/HM.02.04/03/2021
Jakarta (27/03) – Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 30,8% pada tahun 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67% pada tahun 2019 atau turun sekitar 3,13%.Meski mengalami penurunan, isu stunting tetap menjadi isu prioritas utama pemerintah hingga saat ini. Dalam program pencegahan stunting, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melibatkan unsur anak mensosialisasikannya ke teman sebaya mereka.
“Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan angka stunting dan tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Upaya pemerintah perlu didukung oleh semua lapisan masyarakat termasuk dari anak-anak,” ujar Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partispasi Anak Kemen PPPA, Endah Sri Rejeki dalam Webinar Aksi Serentak Anak Indonesia (AKSARA) “Cegah Stunting Itu Penting”.
Pemerintah melalui Kemen PPPA telah membangun wadah bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan, yaitu Forum Anak yang memiliki peran penting sebagai pelopor dan pelapor atau 2P. Disampaikan Endah, anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak akan diajak untuk berkontribusi mencegah stunting di daerah masing-masing.
“Dalam rangka berkontribusi mengatasi stunting di Indonesia, Forum Anak berperan sebagai pelopor dengan mengadakan aksi kampanye pencegahan terjadinya stunting. Anak merupakan intervensi strategis untuk mencegah terjadinya stunting dengan memberikan edukasi, pemahaman, dan memotivasi anak-anak sehingga memiliki pola asup gizi seimbang dan pola hidup sehat,” tambah Endah.
Sementara itu, Kasubdit Penanggulangan, Masalah Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Inti Mudjiati menjelaskan saat ini pravelensi stunting masih cukup tinggi sehingga penanggulangan masalah stunting tidak bisa diselesaikan dari sektor kesehatan saja namun perlu penanganan multisektor. Menurut Inti Mudjiati, keterlibatan anak dalam mencegah stunting melalui edukasi gizi menjadi salah satu solusi baik.
“Edukasi gizi ini yang menjadi sangat penting karena bisa dilakukan kapan saja dan ini peran dari forum anak sangat penting untuk memberikan edukasi gizi kepada teman-teman sebayanya. Jangan sampai melakukan diet yang salah, kemudian bagaimana harus tetap mengkonsumsi buah dan sayur, dan melakukan asupan gizi seimbang, dan cerdas dalam memilih label pangan,” tutur Mudjiati yang menjadi salah satu narasumber dalam webinar.
Mudjiati juga menjelaskan, ada beberapa penyebab stunting masih terjadi, termasuk pola asuh. Tidak hanya rentan terjadi pada keluarga dengan sosial ekonomi rendah, bahkan stunting juga berpotensi terjadi pada keluarga dengan sosial ekonomi yang cukup baik.
“Penyebabnya pertama, terkait praktek pengasuhan yang tidak baik. Salah satunya banyak anak-anak dengan kondisi sosial ekonomi yang baik dari keluarga yang berpendidikan baik tetapi pola asuhnya tidak baik. Anak yang dititipkan kepada pengasuh tetapi tidak mempunyai pengasuhan yang baik ini juga akan dapat meningkatkan resiko kekurangan gizi seperti stunting. Kedua, adalah terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan pemeriksaan kehamilan,” jelas Mudjiati.
Sepakat dengan pernyataan Mudjiati, Tasya Kamila sebagai influencer menekankan pentingnya anak dan remaja untuk tidak melakukan diet berlebihan. Menurut Tasya, menjaga asupan nutrisi oleh remaja adalah kunci menghindari stunting pada anak di masa datang.
“Cara mencegah stunting itu dimulai dari saat kita remaja. Ketika kita remaja kita bisa mencegah keturunan kita kelak nanti untuk tidak stunting. Caranya dengan mengatur pola makan yang penuh nutrisi dan seimbang serta olahraga juga. Kadang, remaja gara-gara kepengin badannya kurus atau ideal terus jadinya diet ekstrim, aduh jangan sampai yah karena asupan gizi itu sangat penting apalagi bagi kehidupan remaja baik sekarang maupun kedepannya,” ujar Tasya Kamila.
Dalam rangka berkontribusi untuk menurunkan angka stunting, Forum Anak Nasional bersama Forum Anak Daerah di seluruh Indonesia menyelenggarakan kegiatan Aksi Serentak Anak Indonesia (AKSARA). Kegiatan Aksi Serentak Anak Indonesia (AKSARA) dengan tema “CSIP: Cegah Stunting Itu Penting Bersama Forum Anak Nasional” akan berlangsung mulai 27 Maret hingga 10 April 2021 yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu Webinar Aksi Serentak Anak Indonesia (AKSARA); Case-A-Thon (Studi Kasus Stunting di Indonesia), yaitu kegiatan studi kasus terkait dengan stunting; Challenge Video Kreatif terkait pencegahan stunting serta Kampanye Twibbon dan Poster Pencegahan Stunting yang merupakan puncak AKSARA.
Melalui kegiatan aksi serentak untuk menekan angka stunting ini, diharapkan anak-anak bukan hanya akan mendapatkan ilmu baru yang akan meningkatkan kemampuan anak untuk berpikir kritis, tetapi juga dapat meningkatkan rasa empati anak terhadap permasalahan stunting yang terjadi di sekelilingnya serta menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada teman-teman teman sebayanya.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
www.kemenpppa.go.id
- 28-03-2021
- Kunjungan : 1279
-
Bagikan: