
Kemen PPPA Perkuat Komitmen Perlindungan Anak Pascabencana Banjir di Kabupaten Langkat dan Tapanuli Selatan: Dukungan Psikososial Sangat Krusial dalam Pemulihan dan Pemberdayaan Korban
Siaran Pers Nomor: B-4/SETMEN/HM.02.04/01/2026
Sumatera Utara (5/1) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat pascabencana melalui pendampingan psikososial korban banjir selama masa pemulihan hingga penempatan keluarga para korban di hunian yang disiapkan pemerintah.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Dalam kondisi apa pun, mereka harus tetap merasa aman, bahagia, dan memiliki semangat untuk belajar serta meraih cita-cita. Demikian juga para ibu dan perempuan penyintas bencana adalah para ibu bangsa yang memiliki potensi untuk pemberdayaan dan pemulihan daya lenting keluarga yang tangguh dan berkualitas dalam berbagai aspek,” ujar Menteri PPPA saat berkunjung ke lokasi pengungsian korban banjir di Jalan Alur Pakis, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat pada Sabtu (3/1) dan Dusun Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Minggu (4/1).
Menteri PPPA didampingi Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Layanan AMPK), Ciput Purwianti, Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti meninjau secara langsung kondisi anak-anak dan perempuan terdampak banjir sekaligus memberikan pendampingan psikososial guna membantu pemulihan kondisi psikologis mereka. Kegiatan tersebut diikuti ratusan anak yang tampak antusias dan ceria mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan.
"Saya melihat anak-anak di sini memiliki semangat yang luar biasa, mereka saya tanya ada yang mau jadi tentara, polisi, pengusaha, bahkan ada yang mau jadi presiden. Mereka tetap bersemangat karena saya menyampaikan bahwa anak-anak adalah generasi dan pemimpin Indonesia masa depan. Kami juga telah memastikan seluruh proses belajar mengajar juga tidak ada kendala sehingga hak Pendidikan anak-anak bisa tetap terpenuhi. Bersama Menteri Dikdasmen, kami sudah memastikan ada afirmasi bagi satuan pendidikan dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar yang memperhatikan situasi dan kondisi anak di pengungsian ataupun penampungan sementara, termasuk adanya situasi belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan," tegas Menteri PPPA.
Menteri PPPA menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Kemen PPPA sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas nasional. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak dan perempuan agar dapat melalui masa pemulihan dengan baik. Melalui Pos SAPA dan Sub-klaster Perlindungan Anak, baik di tingkat nasional maupun daerah, Kemen PPPA turut melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas organisasi dan lintas agama, termasuk Forum Anak untuk memberikan pendampingan selama proses pemulihan, termasuk memotivasi anak-anak agar tetap semangat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.
“Mewakili Bupati Langkat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ibu Menteri PPPA di Kabupaten Langkat. Kehadiran ini menjadi penyemangat dan motivasi tersendiri bagi anak-anak serta masyarakat kami yang terdampak banjir,” ujar Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti.
Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif digelar untuk menghadirkan suasana aman dan menyenangkan bagi anak-anak, seperti bernyanyi bersama, bermain, serta pertunjukan boneka tangan yang mengundang tawa dan semangat. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengurangi trauma serta kembali membangun rasa percaya diri pascabencana.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ibu Menteri PPPA beserta jajaran yang hadir secara langsung dan merupakan kunjungan menteri pertama di Tapanuli Selatan pascabencana. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Bupati Tapanuli Selatan.
Selain pendampingan psikososial, diberikan juga bantuan kepada para korban berupa kebutuhan spesifik perempuan dan anak, perlengkapan sekolah, serta perlengkapan edukatif lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan psikologis sekaligus mendukung kegiatan belajar anak-anak selama berada di pengungsian.
“Sebagai program jangka panjang, Kemen PPPA juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan perempuan terlibat aktif dalam proses pemulihan paska bencana, terutama aktivasi kegiatan ekonomi berkelanjutan untuk meningkatkan daya lenting ekonomi keluarga penyintas bencana. Upaya ini meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga serta peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi perempuan yang kompetitif dan selaras dengan kebutuhan pasar lokal. Data-data yang saat ini masih dilengkapi oleh tim daerah akan menjadi basis perencanaan program berkelanjutan dimaksud,” demikian ditambahkan oleh Menteri PPPA.
Kemen PPPA menegaskan akan terus hadir dan berperan aktif dalam upaya perlindungan serta pemulihan anak-anak dan perempuan korban bencana di berbagai daerah, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 06-01-2026
- Kunjungan : 149
-
Bagikan: