
Kemen PPPA Perkuat Literasi Keuangan Anak untuk Wujudkan Generasi Cakap Finansial di Era Digital
Nomor: B-305/SETMEN/HM.02.04/07/2026
Jakarta (12/7) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar Webinar Series Libur Telah Tiba Episode Kedua sebagai bagian dari rangkaian Lokakarya Forum Anak Nasional (FAN) 2026 untuk memperkuat literasi keuangan anak. Merespons tingkat literasi keuangan remaja yang masih berada di bawah standar nasional, webinar ini membekali anak dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan secara bijak serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I Kemen PPPA, Devy Nia Pradika mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara anak berinteraksi dengan layanan keuangan. Kemudahan mengakses dompet digital, layanan perbankan digital, hingga berbagai informasi investasi melalui media sosial harus diimbangi dengan kemampuan literasi finansial agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
"Di era digital, anak-anak semakin akrab dengan berbagai bentuk transaksi digital, mulai dari dompet elektronik, layanan perbankan digital, hingga informasi investasi yang mudah diakses melalui media sosial. Kondisi ini membuka banyak peluang, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko apabila tidak dibekali literasi keuangan yang memadai. Karena itu, penting bagi anak untuk memiliki keterampilan mengelola keuangan sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan," ujar Devy.
Devy menambahkan kecakapan finansial merupakan bekal penting bagi anak untuk menghadapi perkembangan teknologi dan ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang. Dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, anak diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijak serta terhindar dari berbagai risiko penyalahgunaan layanan keuangan digital.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Chandra Shadiq Faritzi menegaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam menggunakan berbagai produk dan layanan keuangan digital.
"Jangan mengambil keputusan finansial menggunakan uang yang tidak kita miliki hanya untuk menyenangkan orang yang bahkan tidak kita kenal. Literasi keuangan bukan hanya soal memahami produk keuangan, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan yang bijak, mengenali risiko, serta tidak mudah terpengaruh tren seperti paylater, pinjaman online, maupun investasi yang belum dipahami," tegas Chandra.
Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Andy Ardian mengatakan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan literasi digital sebagai bagian dari upaya melindungi anak di ruang digital. Rendahnya pemahaman terhadap penggunaan teknologi dan layanan keuangan digital dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, seperti online grooming, penipuan, pemerasan berbasis konten seksual, hingga eksploitasi seksual terhadap anak.
"Pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi digital dan berbagai layanan keuangan untuk melakukan penipuan, bujuk rayu secara daring, hingga eksploitasi seksual terhadap anak. Karena itu, literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan literasi digital dan pemahaman mengenai keamanan anak di ruang siber agar anak mampu mengenali risiko, mengambil keputusan yang tepat, serta berani mencari pertolongan ketika menghadapi ancaman," ungkap Andy.
Webinar yang mengusung tema "Cerdas Finansial di Era Digital: Membentuk Generasi Muda yang Bijak Mengelola Uang" tersebut diikuti oleh anak-anak, remaja, orang tua, pendidik, masyarakat, serta Forum Anak dari seluruh Indonesia secara daring. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk memperkuat literasi keuangan anak sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Kemen PPPA berharap semakin banyak anak Indonesia memiliki kecakapan finansial, mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, serta terlindungi dari berbagai risiko di ruang digital. Kolaborasi antara keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun generasi yang cakap finansial, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap mewujudkan Indonesia Emas 2045.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 12-07-2026
- Kunjungan : 60
-
Bagikan: