
Menteri PPPA Apresiasi Komitmen PT Petrokimia Gresik Lindungi Pekerja Perempuan dan Dukung Pengasuhan Anak
Siaran Pers Nomor: B-265/SETMEN/HM.02.06/06/2026
Gresik (23/06) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengapresiasi komitmen PT Petrokimia Gresik dalam memperkuat perlindungan pekerja perempuan dan mendukung pengasuhan anak melalui berbagai layanan pendampingan bagi pekerja perempuan, termasuk Petro Care, serta penyediaan fasilitas Daycare Petrokimia Gresik. Upaya tersebut dinilai sebagai praktik baik dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan ramah keluarga.
Menteri PPPA menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
“Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Kehadiran layanan pendampingan pekerja perempuan, termasuk Petro Care, serta Daycare Petrokimia Gresik menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA menegaskan bahwa tingginya partisipasi perempuan dalam dunia kerja perlu diimbangi dengan kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Fasilitas Daycare Petrokimia Gresik menjadi sarana penting agar ibu dapat bekerja dengan tenang tanpa mengabaikan pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Sementara itu, layanan pendampingan pekerja perempuan melalui Petro Care dinilai sejalan dengan fungsi Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) sebagai ruang aman untuk konsultasi, perlindungan, dan penyelesaian masalah di lingkungan kerja.
Penguatan perlindungan pekerja perempuan melalui RP3 merupakan bagian dari upaya Kemen PPPA untuk mendorong terciptanya tempat kerja yang bebas dari diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan. Kemen PPPA terus mendorong perluasan praktik baik ini di berbagai sektor sebagai bagian dari pengarusutamaan perlindungan perempuan dalam dunia kerja.
“RP3 bukan hanya menjadi ruang aman bagi pekerja perempuan untuk melapor dan mendapatkan pendampingan, tetapi juga menjadi instrumen pencegahan agar persoalan yang muncul di lingkungan kerja dapat diselesaikan sejak dini. Dengan demikian, hubungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif dapat terjaga,” tegas Menteri PPPA.
Menteri PPPA menambahkan bahwa perempuan pekerja sering menghadapi beban ganda antara pekerjaan dan pengasuhan. Karena itu, kehadiran fasilitas pengasuhan anak menjadi dukungan nyata bagi perempuan untuk tetap produktif tanpa mengabaikan hak anak.
“Perempuan bekerja saat ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan bagi banyak keluarga. Karena itu, kehadiran daycare menjadi dukungan nyata agar perempuan dapat bekerja dengan tenang tanpa mengabaikan hak anak untuk mendapatkan pengasuhan yang optimal,” tambah Menteri PPPA.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), sepanjang 2025 tercatat 344 kasus kekerasan terhadap perempuan di tempat kerja dengan 374 korban. Kemen PPPA menilai penguatan mekanisme perlindungan di lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat kolaborasi dengan sektor industri untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pekerja perempuan dan perlindungan anak. Pemkab Gresik juga telah menghadirkan Daycare Mas Mundari yang dapat diakses masyarakat, termasuk ASN, pekerja perempuan, dan komunitas pengemudi ojek online perempuan (Gaspol), sebagai upaya memperluas layanan pengasuhan anak yang inklusif, terjangkau, dan responsif terhadap kebutuhan keluarga pekerja.
“Sebagai kawasan industri, kami terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Gresik agar hak-hak pekerja perempuan dapat terpenuhi dengan baik, termasuk melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti ruang laktasi, perlindungan di lingkungan kerja, dan layanan lainnya yang mendukung kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” ujar Bupati Gresik.
Sementara itu, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan Daycare Petrokimia Gresik yang telah beroperasi sejak tahun 1993.
“Daycare Petrokimia Gresik telah beroperasi sejak tahun 1993 dan saat ini melayani 56 anak, mayoritas dari lingkungan sekitar perusahaan. Fasilitas ini kami hadirkan untuk membantu para pekerja, khususnya pekerja perempuan, agar dapat menjalankan peran sebagai orang tua sekaligus tetap produktif dalam bekerja. Selain itu, perusahaan juga memiliki layanan pendampingan pekerja perempuan melalui Petro Care yang berfungsi sebagai ruang perlindungan dan konsultasi bagi pekerja,” ujar Direktur Utama.
Kemen PPPA mendorong semakin banyak perusahaan menghadirkan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan ramah perempuan serta anak melalui pembentukan layanan perlindungan pekerja perempuan dan penyediaan fasilitas pengasuhan anak yang berkualitas. Penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mendukung produktivitas pekerja, melindungi hak perempuan dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 23-06-2026
- Kunjungan : 102
-
Bagikan: