
Menteri PPPA Dukung Pemenuhan Hak Kesehatan Ibu dan Anak melalui Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia
Siaran Pers Nomor: B-302/SETMEN/HM.02.04/07/2026
Jakarta (10/7) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa pemenuhan hak anak atas kesehatan harus dimulai sejak dalam kandungan sebagai fondasi dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Oleh karena itu, Menteri PPPA mendukung pelaksanaan skrining dan deteksi dini anemia pada ibu hamil dan balita yang disertai edukasi gizi secara berkala sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
"Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, perempuan dan anak memegang peran yang sangat strategis sebagai penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, menyiapkan generasi yang unggul tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga dengan memastikan kesehatan dan pemenuhan gizi sejak awal kehidupan. Pemenuhan zat besi pada perempuan dan anak menjadi penting. Karena berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia ibu hamil mencapai 27,7 persen, sedangkan balita mencapai 23,08 persen, serta 15,5 persen pada remaja putri,” kata Menteri PPPA pada kegiatan Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia untuk Generasi Sehat dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Jakarta (9/7).
Menteri PPPA menegaskan bahwa anemia pada ibu hamil maupun anak dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan intevensi yang menyeluruh sejak dini melalui skrining kesehatan, edukasi gizi bagi ibu dan keluarga, pembelajaran gizi seimbang bagi anak usia dini, serta penciptaan lingkungan yang sehat dan ramah anak guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
"Bagi Kemen PPPA, pemenuhan hak anak dimulai bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Anak yang masih berada di dalam kandungan berhak memperoleh perlindungan, kesehatan, dan gizi yang optimal. Karena itu, menjaga kesehatan ibu hamil, memastikan kecukupan gizi, serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko, termasuk anemia, merupakan bagian penting dari upaya melindungi anak sejak awal kehidupannya. Upaya tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan yang menjadi landasan pemerintah dalam memperkuat pemenuhan hak kesehatan ibu dan anak," ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam memperkuat pemenuhan hak anak, khususnya hak atas kesehatan dan gizi. Menteri PPPA mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Danone Indonesia, media, tenaga kesehatan, serta berbagai mitra yang telah berkontribusi dalam memperkuat upaya promotif dan preventif guna memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Ade Jubaedah menyampaikan bahwa IBI telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh bidan di Indonesia untuk melaksanakan skrining dan deteksi dini secara rutin sebelum pemberian layanan imunisasi. Hasil skrining tersebut menjadi dasar bagi bidan untuk memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi, pencegahan anemia, serta pemantauan tumbuh kembang anak, sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing.
"Kami berharap melalui skrining dan deteksi dini ini, berbagai permasalahan kesehatan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak dapat diketahui sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan. Skrining harus diikuti dengan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan anemia. Dengan kolaborasi yang baik, kami berharap anak-anak Indonesia lahir dari ibu yang sehat, tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga dapat mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045," ujar Ade Jubaedah.
Healthcare Nutrition Director Danone Indonesia, Vera Saw menjelaskan bahwa anemia defisiensi besi yang tidak ditangani sejak dini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, termasuk menurunkan kemampuan kognitif serta meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu, Danone Indonesia terus berkontribusi dalam mendukung agenda kesehatan melalui berbagai inisiatif yang berlandaskan sains, publikasi, dan bukti ilmiah hingga kolaborasi Bersama pemerintah serta berbagai mitra dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-07-2026
- Kunjungan : 222
-
Bagikan: