
Menteri PPPA: Ibu Garda Terdepan Hadirkan Pengasuhan Berbasis Hak Anak dan Mengedepankan Kesetaraan Gender
Siaran Pers Nomor: B- 510/SETMEN/HM.02.04/12/2021
Jakarta (16/12) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menegaskan untuk mewujudkan anak menjadi generasi emas masa depan bangsa, diperlukan peran keluarga, khususnya ibu sebagai garda terdepan dalam memberikan pengasuhan berkualitas bagi anak. Peran penting ibu dapat dilakukan dengan memperkuat ketahanan keluarga dan menghadirkan pengasuhan berkualitas, yaitu pengasuhan yang berbasis hak anak dan mengedepankan kesetaraan juga pengarusutamaan gender.
“Keluarga berperan sangat penting untuk menjamin pengasuhan yang berkualitas bagi anak. Penguatan peran ibu sebagai garda terdepan dari pengasuhan anak dalam keluarga, tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat karena keluarga hidup di dalam sebuah sistem yang turut membentuknya,” ungkap Menteri Bintang dalam Webinar Peran Ibu sebagai Pendidik Utama Anak untuk Mencapai Ketahanan Keluarga.
Menteri Bintang menegaskan untuk menciptakan kualitas keluarga yang baik, terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan demi mencapai pengasuhan yang berkualitas, yaitu pentingnya pengasuhan yang berbasis hak anak; dan pengasuhan yang mengedepankan kesetaraan juga pengarusutamaan gender.
“Untuk membangun negara yang kuat, diperlukan upaya bersama dalam menjamin pemenuhan hak-hak dasar anak, mengingat mereka adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Pengasuhan yang baik sangat penting, guna menjamin tumbuh kembang anak yang berkualitas. Oleh karena itu, Kemen PPPA memiliki isu prioritas sebagai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yaitu meningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak,” ujar Menteri Bintang.
Dalam upaya memperkuat peran ibu dan keluarga melalui pengasuhan berkualitas bagi anak, Kemen PPPA telah melakukan berbagai upaya, diantaranya memperkuat jaringan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tingkat Kabupaten/Kota, sebagai sarana konseling, konsultasi, dan pendampingan bagi keluarga Indonesia; serta mendorong peran Forum Anak untuk berpartisipasi aktif dan menjadi pelopor juga pelapor dalam menyosialisasikan isu-isu anak.
Kemen PPPA juga telah bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Dalam Negeri dalam mengembangkan program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). “Melalui program ini, diharapkan terbangun sistem yang mendukung inklusivitas dan kesetaraan dalam pembangunan hingga di tingkat akar rumput. Saya berharap para ibu dapat mengawal terbentuknya DRPPA dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai pengambilan keputusan di tingkat desa/kelurahan,” tutur Menteri Bintang.
Menteri Bintang menjelaskan berbagai upaya harus dilakukan bersama-sama untuk mencapai pengasuhan terbaik bagi anak, demi terciptanya perempuan yang berdaya dan anak-anak yang berkualitas, mulai dari level terkecil yaitu keluarga, sampai level terbesar yaitu Negara. “Untuk itu, mari bersama meningkatkan kapasitas ibu, dan juga tentunya ayah dalam pengasuhan anak, serta menciptakan keluarga yang mengedepankan prinsip pengarusutamaan gender,” tambah Menteri Bintang.
Pada acara webinar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu ini, Menteri Bintang mengucapkan selamat hari ibu kepada seluruh perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang dan usia. Menteri Bintang juga menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukanlah Mother’s day, melainkan untuk merefleksikan semangat perjuangan perempuan pada Kongres Perempuan I di 22 Desember 1928. “Kongres tersebut merupakan momentum perjuangan para perempuan bangsa yang bersatu untuk memperoleh hak-haknya, diantaranya persamaan kedudukan dan pemberdayaan perempuan dalam keluarga,” pungkas Menteri Bintang.
Senada dengan Menteri Bintang, Ketua Umum Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju sekaligus Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengungkapkan ibu memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat pondasi ketahanan keluarga. “Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak untuk belajar dan mencontoh. Kesiapan diri seorang ibu mampu memperkuat pondasi keluarga, karena ibu yang merawat, memberikan kasih sayang, memberikan pendidikan, sekaligus menjadi teman bermain bagi anak. Adanya peran ibu yang berdaya, tentunya didukung peran ayah maka dapat mewujudkan ketahanan keluarga sebagai pondasi utama menuju Indonesia maju,” terang Erni.
Sementara itu, Psikolog Klinis Forensik Bidang III OASE Kabinet Indonesia Maju, A. Kasandra Putranto menyampaikan peran ibu dan ayah merupakan pilar yang sangat penting dalam membangun karakter anak sehingga menjadi individu mandiri dan memiliki resiliensi tangguh yang dapat mengisi pembangunan bangsa secara maksimal. Namun, Kasandra menilai sistem keluarga yang baik juga harus didukung dengan sistem lingkungan sosial yang baik bagi anak.
“Hal ini mengingat banyak anak yang mendapatkan pengasuhan baik dalam keluarga, tetapi terpengaruh hal negatif dari lingkungan sekitarnya di luar keluarga, seperti lingkungan bermain, sekolah, hingga pengaruh tayangan media massa dan media sosial. Untuk itu, pentingnya peran ibu dan ayah membentuk resiliensi yang kuat pada anak dalam pengasuhan dan proses tumbuh kembang anak, seperti menempatkan diri sebagai sahabat yang mampu membangun komunikasi baik dengan anak dan memahami sifat, sikap, juga watak anak,” tutup Kasandra.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 16-12-2021
- Kunjungan : 1443
-
Bagikan: