
Menteri PPPA: Isra Mi'raj sebagai Momentum Penguatan Peran Perempuan dalam Membangun Generasi Berakhlak
Siaran Pers Nomor: B-21/SETMEN/HM.02.04/01/2026
Jakarta (17/1) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., serta Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan ini diikuti ribuan jamaah Muslimat NU dari Jabodetabek dan sekitarnya dengan penuh khidmat dan antusiasme.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, khususnya dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan perempuan dan anak.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang kekuatan spiritual sebagai fondasi dalam kehidupan. Perempuan yang beriman dan berakhlakul karimah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak dan generasi masa depan bangsa,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA menambahkan bahwa perempuan, terutama ibu, merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Nilai agama, keteladanan, serta akhlak yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk di era digital yang penuh dinamika.
“Penguatan spiritual di dalam keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai pengaruh negatif. Inilah ikhtiar yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Menteri PPPA.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
“Setelah mencapai puncak spiritual dalam Mi’raj, Rasulullah SAW kembali ke tengah masyarakat. Ini mengajarkan bahwa spiritualitas sejati tercermin dari akhlak dan pengabdian sosial. Penguatan iman dan spiritualitas akan melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak, beradab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Menteri Agama.
Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa Muslimat NU secara konsisten menanamkan nilai-nilai keimanan, keteladanan, dan kepedulian sosial dalam setiap gerakannya. Khofifah juga mengapresiasi antusiasme ribuan jamaah Muslimat NU yang hadir sejak pagi hari sebagai bukti kecintaan terhadap majelis ilmu, masjid, dan penguatan spiritual.
“Isra Mi’raj mengingatkan kita bahwa yang akan menemani kita saat menghadap Allah SWT bukan jabatan atau kedudukan, melainkan amal perbuatan. Karena itu, Muslimat NU terus menguatkan peran perempuan agar beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat,” ujar Khofifah.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Menteri PPPA berharap sinergi dengan Kementerian Agama dan Muslimat Nahdlatul Ulama dapat terus diperkuat dalam membangun perempuan Indonesia yang beriman, berdaya, dan berakhlakul karimah, serta melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-01-2026
- Kunjungan : 55
-
Bagikan: