
Menteri PPPA Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang
Siaran Pers Nomor: B-122/SETMEN/HM.02.04/04/2026
Jombang (3/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Jawa Timur pada Jumat (3/4). Dalam kunjungannya, Menteri PPPA menegaskan program Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam akses pendidikan.
“Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan mendasar anak, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan. Program ini inisiatif luar biasa yang mampu menghadirkan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pemenuhan hak dasar anak. Presiden tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, tidak ingin ada anak Indonesia yang sakit dan tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA menyampaikan Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi nyata untuk menjawab tantangan tersebut. Tidak hanya memberikan akses pendidikan, program ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik.
Saat berinteraksi langsung dengan para siswa, Menteri PPPA melihat antusiasme dari anak-anak. Menteri PPPA mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat mampu membangkitkan semangat anak-anak untuk kembali memiliki harapan dan cita-cita.
“Anak-anak terlihat sangat bahagia. Program ini membuat mereka yang sebelumnya merasa tidak mungkin melanjutkan sekolah, kini bisa bermimpi setinggi-tingginya. Program ini juga membantu meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dengan adanya dukungan tersebut, orang tua dapat lebih tenang dalam memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah,” kata Menteri PPPA.
Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA turut memberikan motivasi kepada para siswa, guru dan wali asuh. Menteri PPPA menegaskan para siswa adalah generasi masa depan Indonesia dan calon pemimpin bangsa, sehingga harus percaya diri, serta memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo mengingatkan para siswa untuk memanfaatkan seluruh fasilitas dan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa para siswa tidak berjalan sendiri, melainkan didampingi, dibimbing, dan diarahkan oleh berbagai pihak agar mampu berkembang secara optimal. Dengan dukungan tersebut, ia berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, kompetitif, dan berdaya saing, serta mampu menyerap setiap pembelajaran yang diberikan sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.
Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang mulai berjalan sejak Senin 14 Juli 2025. Sekolah Rakyat Terintgrasi 8 Jombang sementara menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan Kecamatan Mojoagung. Sebanyak 100 siswa tingkat SMP dan SMA telah resmi menghuni asrama di SKB Mojoagung sebagai angkatan perdana. Rinciannya, terdiri dari 50 siswa SMA (37 perempuan dan 17 laki-laki) serta 50 siswa SMP (28 perempuan dan 22 laki-laki).
SRT 8 Jombang didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru Pendidikan Agama Islam, 10 wali asuh, 4 wali asrama serta tenaga pendukung lainnya seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak yang dipimpin oleh 1 orang Kepala Sekolah.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 03-04-2026
- Kunjungan : 152
-
Bagikan: