
Momentum Peringatan Hari Kartini, Menteri PPPA Ajak Umat Buddha Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
Siaran Pers Nomor: B-170/SETMEN/HM.02.04/03/2026
Bogor (28/04) – Dalam momentum Peringatan Hari Kartini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, dalam melindungi kelompok rentan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pertemuan bersama keluarga besar Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (PBDNSI), Menteri PPPA menyampaikan tantangan persoalan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan kolaborasi nyata.
"Banyak sekali persoalan yang dihadapi oleh perempuan dan anak kita. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita lindungi anak-anak kita, perempuan-perempuan kita, dan kita lindungi keluarga kita. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kami memiliki kepentingan besar untuk bekerja sama dengan kelompok ibu-ibu dan generasi muda PBDNSI guna mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA juga menekankan pemberdayaan perempuan adalah proses berkelanjutan yang harus terus dirawat. Menteri PPPA mendorong perempuan untuk proaktif meningkatkan kapasitas diri agar mampu menangkap peluang yang ada. "Komitmen pemerintah dalam pemberdayaan perempuan luar biasa, namun kualitas itu tidak datang sendiri. Pergunakan sebaik-baiknya waktu yang kita miliki untuk meningkatkan kapasitas diri, karena kesempatan tidak mungkin diberikan begitu saja," imbuh Menteri PPPA.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, mengajak umat untuk merefleksikan tujuan hidup dengan menjadi manusia yang maslahat. Menurut Supriyadi, hal ini sejalan dengan ajaran Buddha dalam menjaga pikiran dan tindakan yang benar.
"Tujuan kita hidup di dunia adalah untuk menjadi manusia maslahat yang bermanfaat bagi diri sendiri, bangsa, negara, dan alam semesta. Kami mengajak umat Buddha untuk kembali meneguhkan diri dan melaksanakan ajaran Buddha dengan tidak berbuat jahat serta membersihkan hati dan pikiran. Maka, tema pada hari ini, yaitu ‘Setara dalam Pandangan, Pikiran, Lisan, dan Tindakan yang Benar’ merupakan bagian tidak terpisahkan dari amal ibadah kita," jelas Supriyadi.
Ketua Umum PBDNSI, Suhadi Sendjaya, menambahkan peningkatan kualitas jiwa dan cara berpikir menjadi kunci utama bagi umat untuk berkontribusi bagi negara. Suhadi menegaskan semangat pengabdian kepada tanah air adalah prioritas utama dalam praktik keagamaan.
"Lewat acara ini, kami ingin kualitas umat, baik lansia, generasi muda, perempuan, maupun laki-laki, terus naik kualitas jiwanya. Jika kualitas perasaan jiwa menaik, maka cara berpikir juga meningkat dan mereka akan banyak membuat kebaikan untuk bangsa Indonesia. Pesan Buddha sangat jelas, yaitu sebelum berdoa untuk keselamatan diri sendiri, utamakan doakan keselamatan dan kebahagiaan bangsa dan tanah air," tutup Suhadi.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 28-04-2026
- Kunjungan : 358
-
Bagikan: