
Peran Anak dan Pelajar Dalam Memaknai Sumpah Pemuda
Siaran Pers Nomor: B- 403/SETMEN/HM.02.04/10/2021
Jakarta (28/10) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memberikan dukungan terhadap upaya anak dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk ikut serta dalam upaya mengisi kemerdekaan. Momentum sumpah pemuda 2021 menjadi titik balik untuk berefleksi, bahwa permasalahan anak dan pemuda yang dihadapi saat ini telah banyak berkembang seiring dengan perubahan zaman, oleh karenanya dibutuhkan sinergi dari banyak pihak, baik dari para anak, pelajar dan pemuda serta peran pemerintah untuk mengisi perjuangan tersebut.
“Saya melihat teman-teman dari forum-forum remaja ini luar biasa, bisa mengidentifikasi berbagai masalah yang dihadapi oleh remaja dan anak-anak muda kita. Ini merupakan bagian dari bagaimana kita menerjemahkan sumpah pemuda, karena perjuangan kita akan berbeda dengan pemuda-pemuda sebelumnya. Mereka berjuang demi memerdekakan negara kita, dan ini tanggung jawab kita bersama mengisi kemerdekaan tersebut,” ungkap Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Erni Agustina dalam acara Penandatanganan MoU dan Webinar Dalam Rangka Memaknai hari Sumpah Pemuda “Mendengar Suara Pelajar/Anak” (27/10).
Dalam diskusi tersebut, Erni menekankan beberapa isu yang cukup penting untuk dibicarakan yakni mengenai isu di bidang pendidikan, bullying, kesehatan reproduksi dan tingkat perceraian yang meningkat dimana seharusnya keluarga menjadi institusi yang kuat untuk memastikan hak pemenuhan tumbuh kembang anak.
“Saya juga tadi menggarisbawahi mengenai masalah kesehatan mental anak yang tadinya belum terlalu muncul, namun sekarang mulai terlihat. Kami berdiskusi dengan Forum Anak, ternyata kesehatan mental anak menjadi isu yang banyak diungkapkan dan membutuhkan perhatian dari pemerintah maupun seluruh stakeholder. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita perlu bekerja sama dengan lembaga masyarakat dalam hal ini lembaga-lembaga kepemudaan yang memiliki kepekaan dan empati kepada remaja kain yang mungkin belum seberuntung kita yang ada di ruangan ini,” jelas Erni.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek), Muhammad Hasbi mengungkapkan sektor pendidikan yang selalu berupaya memaknai sumpah pemuda melalui memasukan ide sumpah pemuda ke dalam kebijakan visi pendidikan Indonesia.
“Kemendikbud Ristek menetapkan enam profil pelajar Pancasila sebagai implementasi dari sumpah pemuda yang telah digaungkan pada tahun 1928. Profil Pelajar Pancasila itu adalah bagaimana agar pelajar kita bisa menjadi pemuda pemudi yang beriman pada tuhan, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, gotong royong dan berkebhinekaan global,” jelas Muhammad Hasbi.
Sementara itu Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, Kanya Eka Santi menyampaikan harapannya terhadap para pemuda Indonesia yang menjadi kunci kemajuan bangsa di masa depan. Oleh karenanya, penting sekali bagi para pemuda untuk memahami sumpah pemuda sesuai dengan perkembangan zaman. Tantangan yang dihadapi terkait kemampuan penguasaan teknologi, berbahasa dan kompetensi pribadi menjadi suatu hal yang penting untuk dimiliki.
“Posisi sumpah pemuda untuk generasi sekarang, mereka perlu memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, karena hal ini tidak bisa ditawar. Disisi lain kami berharap generasi penerus bangsa mempunyai semangat untuk berifkir secara kreatif dan inovatif agar gagasan yang keluar dari generasi Y dan Z bisa sangat baik untuk membangun bangsa,” jelas Kanya.
Sedangkan dalam bidang kesehatan, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan, Nadia Wiweko menyampaikan upaya pemerintah dalam menetapkan berbagai kebijakan untuk dapat mewujudkan SDM yang berkualitas, berdaya saing dan bebas dari penyakit melalui berbagai kegiatan. Mulai dari pemeriksaan, screening penyakit bgi ibu hamil dan berbagai upaya lainnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Forum Anak Nasional (FAN), Muhammad Aqsha Dewantoro yang mengungkapkan pentingnya peran pemuda untuk mengungkapkan gagasan melalui menyuarakan pendapat atau ide konstruktif kepada masyarakat.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 28-10-2021
- Kunjungan : 2154
-
Bagikan: