
Peringati Safer Internet Day 2026, Menteri PPPA Ajak Bangun Ruang Digital Aman untuk Anak
Siaran Pers Nomor: B-060/SETMEN/HM.02.04/02/2026
Jakarta (10/02) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan pemenuhan hak anak di ruang digital, khususnya dalam memperoleh akses informasi yang aman dan bermanfaat. Ruang digital harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, bermain, berekspresi, dan berinteraksi, tanpa ancaman kekerasan daring, perundungan, eksploitasi seksual, manipulasi komersial, serta paparan konten yang tidak sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak.
“Negara bertanggung jawab untuk memenuhi hak anak dalam memperoleh akses informasi dan manfaat positif dari ruang digital. Pemenuhan kedua aspek harus seimbang agar anak memperoleh kesempatan yang adil di ranah daring,” ujar Menteri PPPA usai menghadiri peringatan Safer Internet Day 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Selasa (10/02).
Menteri PPPA menambahkan kehadiran ruang digital menuntut adanya perubahan cara pandang terhadap dunia digital. Perlindungan tidak lagi hanya sebatas membatasi akses anak, tetapi memastikan sistem dan ekosistem digital dirancang sejak awal dengan prinsip perlindungan anak, kepentingan terbaik anak, serta penghormatan terhadap hak-hak anak.
Lebih lanjut, Menteri PPPA menjelaskan seluruh pihak memiliki kontribusi dan peran aktif dalam memberikan perlindungan bagi anak di ranah daring. Negara berperan dalam menetapkan kebijakan dan regulasi yang tegas serta memastikan pengawasan dan penegakan hukum berjalan efektif, dalam hal ini adalah hadirnya Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring. Di sisi lain, penyelenggara sistem dan platform digital dituntut untuk menghadirkan desain yang aman dan ramah anak, mulai dari pengaturan privasi, moderasi konten, hingga mekanisme pelaporan yang mudah diakses dan responsif. Selain itu, orang tua dan pendidik hadir dengan pendampingan yang adaptif, membekali anak dengan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk melapor ketika merasa tidak aman.
“Dengan kolaborasi lintas sektor yang secara nyata melindungi anak dari berbagai risiko digital, anak-anak akan tumbuh lebih percaya diri untuk belajar, berkreasi, dan berinovasi. Melalui ekosistem daring yang ramah anak, kita tidak hanya menjaga mereka dari bahaya, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi Indonesia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing di era digital. Mari kita ciptakan ruang digital yang aman demi anak indonesia yang cerdas dan tangguh,” tutur Menteri PPPA.
Dalam kegiatan peringatan Safer Internet Day 2026, Menko PMK, Pratikno, menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen kuat membangun sumber daya manusia unggul dan tangguh. Menurut Menko PMK, seluruh anak Indonesia harus tumbuh sehat secara fisik, mental, moral, sosial, dan spiritual, serta memiliki kualitas, kompetensi profesional, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Semuanya terkait dengan dunia digital. Saya meminta kepada teman-teman industri untuk mengembangkan teknologi yang memungkinkan edukasi lebih masif. Kami di pemerintah sangat berkepentingan dengan ini, semuanya didisrupsi oleh digital dan artificial intelligence (AI). Terima kasih dukungan Google dan YouTube terhadap tema Safer Internet Day 2026, yaitu ‘Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI,” kata Menko PMK.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto, menegaskan pihaknya memiliki komitmen yang kuat dalam membangun teknologi digital yang bermanfaat dan dapat digunakan secara sehat sebagai bagian dari upaya melindungi anak Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh YouTube, 96 persen guru di Indonesia ingin mengintegrasikan konten YouTube ke dalam materi pembelajaran dan 82 persen guru tersebut merasa terbantu dalam menyederhanakan konsep-konsep yang paling sulit sekalipun.
“Pada hari ini begitu banyak mitra dan stakeholders yang bersama-sama hadir di momen penting Safer Internet Day 2026 untuk memperkuat upaya edukasi keamanan digital, kesejahteraan digital, serta pemanfaatan AI yang bijak, etis, dan bertanggung jawab. Kita melindungi anak-anak di dalam dunia digital, bukan dari ruang dunia digital. Hari ini kita memperkuat tanggung jawab tersebut untuk membangun ekosistem digital di Indonesia yang mendorong ruang untuk berkembang anak dan pembangunan karakter generasi muda,” pungkas Danny.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-02-2026
- Kunjungan : 89
-
Bagikan: