
Perjuangan Perempuan Untuk Capai Kesetaraan
Siaran Pers Nomor: B-077/SETMEN/HM.02.04/03/2021
Jakarta (25/03) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan perempuan memiliki potensi ekonomi. Dengan jumlah yang mencapai 49,42 persen penduduk Indonesia (Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik 2020), potensi perempuan di bidang ekonomi, khususnya kewirausahaan harus dimaksimalkan.
“Pemberdayaan ekonomi merupakan langkah dasar untuk memberdayakan diri individu perempuan. Dengan memiliki pendapatan, perempuan dapat membebaskan diri dari ketergantungan, lebih mampu mengambil keputusan atas kepentingan terbaik perempuan dan anak, serta meminimalisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pada gilirannya ini dapat memperkuat ekonomi dan memastikan kesetaraan dan kemajuan bangsa,” ujar Menteri Bintang dalam Webinar “Merayakan Keragaman Perempuan bekerja” dan peluncuran kampanye “Muslimah Bekerja” yang digelar Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) secara daring.
Untuk memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan, Kemen PPPA memfokuskan diri pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga, perempuan pra sejahtera, dan perempuan penyintas, baik penyintas kekerasan maupun bencana.
“Perempuan yang berdaya akan terus berinovasi dan berpikir kreatif demi mencapai kemandirian untuk dirinya. Maka, saya berharap bagi seluruh perempuan, janganlah berhenti belajar dan terus berjuang. Yakinlah bahwa perjuangan kita akan menghasilkan kesetaraan,” tambah Menteri Bintang.
Menteri Bintang yakin pemberdayaan dan kesetaraan bagi perempuan hanya dapat tercapai jika berbagai pihak tidak bekerja sendiri melainkan bekerja bersama dan bersinergi. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bintang juga turut mengapresiasi Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) yang telah melakukan studi kuantitatif dan kualitatif indeks penerimaan perempuan bekerja, dan kampanye “Muslimah Bekerja”. Menurut Menteri Bintang, hal ini akan mendorong meningkatnya peran perempuan sebagai sosok yang tangguh bagi perekonomian bangsa.
Di sisi lain, Ibu Negara RI ke-4, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menjelaskan tiga hal pokok yang menjadi tantangan dan harus diselesaikan bersama dalam memilih peluang dan memanfaatkan kesempatan bagi kaum perempuan. Pertama, kesetaraan upah antara laki-laki dan perempuan, terutama di sektor informal. Kedua, etos kompetisi dan peningkatan kualitas bagi perempuan. Ketiga, pemahaman keagamaan yang sempit dan dangkal.
“Dibutuhkan peningkatan skill dan profesionalitas bagi perempuan agar memiliki kualifikasi yang tinggi sehingga mampu berkompetisi. Ini merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi kaum perempuan. Artinya meski kesempatan sudah terbuka, berbagai lapangan pekerjaan terbuka, tetapi jika kaum perempuan tidak mampu memanfaatkan dengan meningkatkan kualitas diri dan tidak ada daya dukung sosial di keluarga, maka dengan sendirinya perempuan akan tersingkir,” tutur Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Webinar “Merayakan Keberagaman Perempuan Bekerja” ini juga menghadirkan perempuan yang telah berhasil menjadi perempuan bekerja maupun mereka yang telah membantu agar perempuan dapat berdaya dan terlibat dalam melakukan aktifitas ekonomi untuk kebutuhan keluarganya, yakni Nani Zulminarni dari Pekka (Pendiri Perempuan Kepala Keluarga), Savic Ali (Founder Islami.co), Mutiara Anissa (Insiator Pandemi Talks), Rinawati Prihatiningsih (Enterpreneur, Anggota IWAPI) dan Zukhrufah DA (Penulis).
BIRO HUKUM DAN HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : humas@kemenpppa.go.id www.kemenpppa.go.id
- 25-03-2021
- Kunjungan : 816
-
Bagikan: