
Perkuat Ketahanan Nasional, Menteri PPPA Dorong Peran Perempuan Muslimah sebagai Agen Perubahan
Siaran Pers Nomor: B-146/SETMEN/HM.02.04/04/2026
Jakarta (17/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mendorong peran perempuan muslimah sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan nasional yang semakin kompleks. Menteri PPPA menggarisbawahi saat ini perempuan masih menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari kesenjangan ekonomi, keterbatasan akses sumber daya, hingga beban kerja berlapis di tengah krisis global.
“Perempuan dalam perspektif Islam memiliki kedudukan yang sangat mulia dan peran strategis sebagai tiang negara. Namun saat ini, kita masih melihat ketidakadilan pada perempuan, misalnya dari segi ekonomi, perempuan kerap mengalami ketidakadilan di ruang kerja. Masih banyak tempat kerja yang membedakan upah antara laki-laki dan perempuan,” tegas Menteri PPPA, dalam Pembukaan Muzakarah Nasional Cendekiawan Muslimah dan Mukernas Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Tahun 2026, Jumat (17/4).
Menteri PPPA menegaskan perempuan juga merupakan kelompok yang paling rentan terdampak oleh tantangan perubahan iklim serta proses transisi energi. Oleh karena itu, Menteri PPPA berharap momentum muzakarah yang diselenggarakan oleh ICMI mampu memaksimalkan potensi perempuan yang selama ini seringkali bergerak dalam keterbatasan dan situasi yang tidak selalu aman.
“Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas perempuan Indonesia hari ini. Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Keluarga yang kuat akan membentuk masyarakat yang tangguh dan masyarakat yang tangguh akan menjadi fondasi bagi bangsa yang maju, adil, dan berkelanjutan,” tambah Menteri PPPA.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Perempuan ICMI, Welya Safitri menjelaskan agenda Muzakarah Nasional ini dirancang sebagai wadah literasi untuk merumuskan konsep strategis pembangunan bangsa. Berbeda dengan kongres biasa, fokus utama kegiatan ini adalah menghasilkan pemikiran komprehensif yang akan dituangkan dalam Buku Muzakarah.
“Muzakarah ini akan membahas mengenai Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan (Ipoleksosbudhankam) dalam perspektif perempuan. Kami mengajak seluruh organisasi masyarakat Islam perempuan di Indonesia untuk bersinergi merumuskan langkah nyata bagi ketahanan nasional,” ujar Welya.
Ketua Panitia Pelaksana, Azimah Subagyo menambahkan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh dinamika bonus demografi dan digitalisasi yang menuntut peran perempuan yang lebih terorganisasi dan berdaya. Menurut Azimah, penguatan sumber daya manusia unggul dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi poin krusial dalam program kerja ke depan.
“Kegiatan ini kami rancang selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar perempuan mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, hingga pengambil kebijakan publik,” pungkas Azimah.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 17-04-2026
- Kunjungan : 98
-
Bagikan: