
Puncak Peringatan HKG PKK ke-54, Menteri PPPA Dorong Penguatan Peran PKK Wujudkan Keluarga Berkualitas
Nomor: B-307/SETMEN/HM.02.04/07/2026
Makassar (12/7) – Memperingati Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-54, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mendorong penguatan peran Tim Penggerak (TP) PKK dalam memperkuat ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta memastikan perlindungan dan pemenuhan hak anak hingga ke tingkat akar rumput. Menteri PPPA menyampaikan upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Keluarga adalah landasan utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Oleh karena itu, peran TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah sangat penting dalam meningkatkan kualitas keluarga, memberdayakan perempuan, dan melindungi anak. Melalui jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan, TP PKK dapat memperluas pemberdayaan ekonomi perempuan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Menteri PPPA pada Puncak Kegiatan HKG PKK di Makassar (11/7).
Menteri PPPA menambahkan upaya penguatan peran keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024, sekitar satu dari dua perempuan pernah mengalami kekerasan fisik. Sementara itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 mencatat sekitar 1,5 juta anak usia 13-17 tahun pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya.
“Selain itu, kita juga masih menghadapi tantangan lain, seperti stunting pada balita, pola pengasuhan di era digital, hingga masih rendahnya partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi formal. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemen PPPA terus mengembangkan berbagai program prioritas, salah satunya Ruang Bersama Indonesia (RBI), yaitu gerakan kolaboratif berbasis desa dan kelurahan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada perempuan dan anak,” tambah Menteri PPPA.
Lebih lanjut, Menteri PPPA menyampaikan TP PKK memiliki peran strategis dalam memperluas implementasi RBI di daerah serta mengoptimalkan Program Dasa Wisma sebagai salah satu wadah deteksi dini berbagai persoalan perempuan dan anak, edukasi keluarga, pendampingan masyarakat, sekaligus penguatan ketahanan keluarga di tingkat lingkungan.
“Untuk itu, kami mengajak TP PKK memperkuat lima area strategis, yaitu: penguatan keluarga sebagai pusat pengasuhan dan perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan, penguatan kesehatan keluarga dan pemenuhan gizi, serta penguatan kepemimpinan perempuan. Sinergi antara Kemen PPPA, TP PKK, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat upaya mewujudkan perempuan berdaya, anak terlindungi, keluarga berkualitas, serta Indonesia Emas 2045,” pungkas Menteri PPPA.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan kesehatan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan keluarga berkualitas sekaligus menjadi salah satu prioritas pemerintah melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Sejak Januari hingga Juli 2026, Program CKG telah menjangkau lebih dari 59,5 juta orang, dengan lebih dari 2,1 juta orang yang membutuhkan penanganan telah mendapatkan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Program ini telah diperluas melalui puskesmas, sekolah, kementerian/lembaga, hingga komunitas untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini. Keluarga yang sehat akan membangun generasi yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing,” ujar Budi.
Pelindung Tim Penggerak PKK, Selvi Ananda Gibran menegaskan pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang didukung oleh peran strategis TP PKK sebagai penggerak masyarakat hingga tingkat akar rumput.
"Kader PKK memiliki kekuatan luar biasa karena hadir, tumbuh, dan bergerak bersama masyarakat. Semangat pengabdian, kepedulian, dan gotong royong yang dimiliki menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk memperkuat ketahanan keluarga, memberdayakan perempuan, serta memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan berkualitas. Dengan kolaborasi seluruh pihak, setiap langkah kecil yang dilakukan di tingkat keluarga akan memberikan dampak besar bagi masa depan Indonesia," ujar Selvi Ananda Gibran.
Sementara itu, Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian menyampaikan kekuatan TP PKK terletak pada jejaring yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan dukungan lebih dari 6 juta kader dan lebih dari 2 juta kelompok TP PKK aktif.
“Sepuluh Program Pokok PKK menjadi pedoman bagi seluruh gerakan PKK dalam membangun keluarga yang tangguh, sehat, mandiri, dan sejahtera. Melalui implementasi Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, serta Perencanaan Sehat, didukung lebih dari enam juta kader di seluruh Indonesia, TP PKK terus berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Tri Tito.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 12-07-2026
- Kunjungan : 73
-
Bagikan: