
Tinjau Dapur SPPG di Medan, Menteri PPPA Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Pangan
Siaran Pers Nomor: B- 159/SETMEN/HM.02.04/4/2026
Medan (24/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meninjau Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Selayang Sempakata dalam rangka memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan, dan ketahanan pangan masyarakat. Keberadaan SPPG sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memastikan pemenuhan gizi anak secara terstandar dan berkelanjutan guna mendukung tumbuh kembang dan kesehatan anak.
“SPPG merupakan unit layanan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai dapur, tetapi mengelola seluruh proses pemenuhan gizi, mulai dari perencanaan menu, pengolahan, hingga distribusi makanan berbasis prinsip gizi seimbang. Kehadiran SPPG yang mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak di satuan pendidikan menjadi strategi pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini,” ujar Menteri PPPA.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA meninjau langsung proses pengolahan makanan di dapur SPPG yang melibatkan tenaga kerja perempuan.
Menteri PPPA menegaskan keterlibatan perempuan dalam pengelolaan dapur SPPG tidak hanya berkontribusi pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga meningkatkan ekonomi perempuan dan keluarga.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam memastikan ketahanan pangan keluarga. Melalui dapur SPPG ini, perempuan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga penggerak ekonomi keluarga,” kata Menteri PPPA.
Asisten Lapangan Dapur SPPG Medan Selayang, M. Jaelani, menyampaikan dapur tersebut mampu memproduksi 3.045 porsi makanan setiap hari yang didistribusikan ke 9 (sembilan) sekolah di wilayah Medan Selayang dan sekitarnya. Selain itu, hasil produksi juga disalurkan ke sejumlah posyandu, antara lain Posyandu Indah, Posyandu Mahoni, Posyandu Melati Balita, dan Posyandu Bahagia Sumatera Utara.
Keberadaan dapur SPPG Medan Selayang juga memberikan dampak ekonomi obagi masyarakat sekitar. Bahan baku, seperti buah-buahan dan kebutuhan dapur lainnya, dipasok dari pasar lokal sehingga memperkuat perputaran ekonomi komunitas setempat.
Dalam sesi dialog, Menteri PPPA berbincang dengan para petugas dapur perempuan. Mereka menyampaikan keterlibatan di dapur SPPG membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memberikan keterampilan baru dalam pengelolaan pangan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PPPA menekankan pentingnya keberlanjutan program serta peningkatan kapasitas bagi perempuan pekerja.
“Program seperti ini harus terus diperkuat, termasuk dari sisi pelatihan, perlindungan kerja, dan akses ekonomi agar perempuan semakin mandiri dan berdaya,” tambah Menteri PPPA.
Kemen PPPA memandang pengelolaan dapur SPPG Medan Selayang sebagai praktik baik yang mengintegrasikan layanan gizi terstandar, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi lokal. Pengelolaan tersebut diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah dengan mengadopsi sistem layanan gizi, pelibatan perempuan, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pembangunan yang inklusif.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 24-04-2026
- Kunjungan : 181
-
Bagikan: