
Wamen PPPA Dorong Kolaborasi Perkuat Pemberdayaan Perempuan Adat di Ngata Toro
Siaran Pers Nomor: B-299 /SETMEN/HM.02.04/7/2026
Sigi (10/7) – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan, pelindungan anak, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wamen PPPA saat menghadiri ritual syukuran panen (Wunca) masyarakat adat di Desa Ngata Toro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis (9/7).
“Pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga adat, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan warga. Kami datang bukan untuk memberikan arahan dari atas, tetapi ingin mendengar apa yang dibutuhkan masyarakat agar bisa kita selesaikan bersama," ujar Wamen PPPA.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen PPPA menjelaskan Kemen PPPA tengah melakukan transformasi pendekatan dalam pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak. Selain memperkuat penanganan kasus kekerasan, Kemen PPPA kini memprioritaskan upaya pencegahan melalui penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan perempuan hingga tingkat desa.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang mengedepankan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sebagai pintu masuk program, Kemen PPPA mengembangkan Kebun Pangan Lokal Perempuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan berbasis potensi lokal dan kelestarian lingkungan.
“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Karena itu, perempuan perlu memperoleh akses yang setara terhadap sumber daya, termasuk lahan produktif, agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting. Kalau perempuan sejahtera, saya yakin mereka akan menciptakan rumah yang nyaman bagi keluarganya,” kata Wamen PPPA.
Wamen PPPA juga mendorong agar perempuan dilibatkan secara aktif dalam proses musyawarah di desa, termasuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa sampai kabupaten. Ia menilai pembangunan desa tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, sanitasi, serta lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat Ngata Toro yang terus menjaga tradisi, budaya, dan kelestarian alam di tengah perkembangan zaman. Kolaborasi yang telah terbangun antara masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi contoh baik pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, serta berpihak pada perempuan dan anak, sehingga layak menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” pungkas Wamen PPPA.
Sementara itu, Gubernur Sulteng yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Ihsan Basir menyampaikan masyarakat adat telah membuktikan pelestarian lingkungan bukan sekadar konsep, melainkan cara hidup yang diwariskan turun-temurun. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berkomitmen meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sebagai identitas masyarakat adat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sigi, Noviani Koruwu yang mewakili Bupati Sigi menyampaikan ritual Wunca merupakan wujud syukur masyarakat adat atas hasil panen sekaligus pengingat pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen mendorong pembangunan yang menghormati keberagaman budaya, mengakui peran masyarakat adat, serta membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan daerah.
Kepala Desa Ngata Toro, Mulyanto Dharmawan menyampaikan masyarakat adat Ngata Toro telah memperjuangkan pengakuan dan perlindungan wilayah adat sejak tahun 1990-an. Menurutnya, perjuangan tersebut lahir dari kesadaran ruang hidup masyarakat harus dijaga bersama melalui peran lembaga adat dan seluruh warga. Ia berharap kehadiran Wamen PPPA dapat memperkuat kolaborasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat Ngata Toro dalam menjaga adat, budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen PPPA mengikuti prosesi adat Wunca dan ritual Molengka Gampiri, yaitu peresmian lumbung pangan masyarakat adat Ngata Toro. Kegiatan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen sekaligus komitmen menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan melalui kearifan lokal.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-07-2026
- Kunjungan : 111
-
Bagikan: